Guy Like Me [end]

Day – 3

“Wah, tumben sekali kau menggunakan kemeja. Biasanya kau malas sekali menggunakannya. Bahkan kau hanya menggunakan kaos ketika pergi ke acara pernikahan.” Kevin berkomentar melihat penampilan baruku.

“Sudah jangan berisik. Permintaan Tuan Putri.” Kataku masih merasa tidak percaya diri. Sebuah kemeja lengan panjang berwarna putih dengan corak garis vertikal aku pakai malam itu, namun panasnya malam membuatku menggulung lengan kemejaku.

“Kutunggu kau di pintu masuk.” Aku membalas pesan dari Bora sambil berjalan menuju pintu masuk.

“Baboya!” panggilan yang tak asing terdengar tak lama setelah aku sampai di pintu masuk kafe. Aku tertegun sejenak. Wanita yang aku sayangi kini tidak lagi menggunakan celana jeans yang sama denganku. Kini ditubuhnya melekat dress pendek berwarna kebiruan.

Aku mengecup keningnya seperti yang biasa kulakukan, “Tumben kau menggunakan dress dan bukan celana jeans. Kau tidak sedang sakit kan?” aku sedikit menyindirnya.

“Karena aku memintamu memakai kemeja malam ini.” Balasnya sambil mencubit perutku.

“Wah, wah, wah! Ada apa dengan kalian berdua?” Dongwoon kali ini tertegun melihat kami.

“Tidak ada apa-apa. Mana Namjoo?” Bora balik bertanya.

“Dia ada acara dengan keluarganya, malam ini aku akan menjadi pacar Kevin yang setia.” Dongwoon merangkul Kevin.

“Andwae[1]!! Bisa-bisa nanti tidak ada wanita yang mau dekat denganku.” Kevin mengelak dari rangkulan Dongwoon, kami semua tertawa.

Kafe malam itu lebih ramai dari malam-malam sebelumnya. sebuah band akustik meramaikan malam kami, tawa canda tak pernah menghilang dari meja yang kami tempati.

“Baboya, kau tidak akan membelikanku bunga?” Bora berkata setelah melihat sepasang kekasih diluar kafe, si pria membelikan pacarnya sekuntum bunga mawar.

“Kau ingin dunia menjadi terbalik jika aku membelikan kau bunga? hahahaha” jawabku santai, kemudian mengecup pipinya.

“Ah, kau memang benar-benar tidak romantis.” Terdengar rasa kecewa dari nada suaranya. Aku memang sangat cuek, terkadang aku dan Bora bertengkar karena aku jarang memulai pembicaraan. Jika Bora tidak memulai mengirimkan pesan, mungkin aku tidak akan memberikannya kabar. Hilang bagai ditelan bumi dengan segudang kesibukanku.

Menjelang larut, aku pamit untuk mengantarkan Bora pulang. Namun ia menolak, ia memilih naik taksi karena sedang menggunakan dress. Jadi aku mengantarkannya ke depan jalan raya terdekat untuk menunggu taksi. Sepanjang jalan, hujan gerimis turun. Aku meletakan tanganku di kepalanya, memayunginya walaupun tidak sepenuhnya tertutup. Kami berdiri di sisi jalan menunggu taksi yang kosong, hujan sepertinya membuat taksi penuh oleh orang-orang yang ingin sampai ke rumah dengan cepat.

“Tutupi kepalamu sendiri.” Bora menyingkirkan tanganku dari kepalanya.

“Sudahlah, tidak apa-apa.” Aku kembali meletakan tanganku, kini keduanya kusimpan agar kepalanya tidak semakin basah oleh hujan. Tidak lama sebuah taksi berhenti di depan kami.

“Jangan terlalu banyak minum dan merokok, Baboya!” pesannya sebelum menutup pintu.

“Kabari aku jika kau sudah sampai.”

Day – 2

Hari minggu memang hari yang sangat cocok untuk bermalas-malasan. Aku bahkan belum beranjak dari tempat tidurku. Ibuku sudah berteriak dari tadi memanggilku untuk sarapan. Terlalu malas rasanya meninggalkan tempat tidurku.

TING! Aku membuka pesan singkat yang masuk.

“BABOYA!!! Aku dibelikan motor oleh ayahku. Aku jadi tidak sabar untuk mengendarainya.”

“WAH!!!! Ada angin apa kau dibelikan motor? Bukankah kau tidak bisa mengendarai motor?” balasku.

“Ayahku merasa kasihan jika aku harus bolak-balik kerja menggunakan bis, jadi dia membelikanku sebuah motor. Warnanya ungu!!!” aku yakin dia sangat bersemangat.

“Kenapa tidak warna biru?”

“Baboyaaaaaa!!!” aku tertawa membaca balasan darinya, Bora memang tahu aku sangat menyukai warna biru. Namun sebuah motor berwarna ungu akan lebih cocok dengannya karena Bora berarti warna ungu dalam bahasa Korea.

Day – 1

Entah apa salahnya, namun akupun termasuk salah satu orang yang membenci hari senin. Pada hari senin, aku harus berada di kampus semenjak pagi hingga sore. Semua mata kuliah harus aku jalani tanpa henti, kecuali saat jam makan siang. Sangat berbeda dengan jadwalku besok, aku hanya memiliki satu kelas di pagi hari. Sisanya aku bisa menghabiskan hari dengan Bora seperti yang sudah direncanakan. Tetapi saat ini, aku tertunduk lesu dikursiku, detik demi detik, menit demi menit terasa berjalan sangat lambat. Aku ingin kelasku segera berakhir agar aku bisa segera pulang.

“Aaaaahhhhhhh~” aku menghempaskan diri di tempat tidur Kevin. Aku biasa datang ke apartemen Kevin yang disewanya di dekat daerah kampus, sehingga ia bisa berjalan kaki untuk pulang pergi ke kampus. Tidak sepertiku yang harus menghabiskan waktu 1,5 jam untuk duduk di bis, walaupun biasanya aku tertidur pulas saat perjalanan.

Fullday, brother?” Kevin membawakanku segelas air es.

“Hmm.” Aku tidak memiliki tenaga untuk berbicara. Aku menenggak habis segelas air es yang baru saja diberikan.

“Bagaimana rencanamu besok? Jadi kau pergi nge-date bersama Bora?” Kevin penasaran.

Yes. Aku sudah menyiapkan semuanya.” Balasku singkat.

“Termasuk ciuman itu?” Kevin kembali bertanya.

“Ciuman apa?” aku bingung.

“Kau kan awalnya pacaran dengan Bora agar bisa berciuman dengannya bukan?”

Aku menerawang mengingat-ingat, “Iya sih. Namun itu dulu, sekarang aku benar-benar sayang padanya dan untuk ciuman itu, aku pikir hal itu bukan sesuatu yang harus dipaksakan. Aku akan menunggu momennya untuk datang sendiri.”

“Kau akan melakukan apa saja besok?” tanyanya lagi.

“Hmmm, tidak banyak. Kami akan berenang dan makan malam bersama. Itu saja.”

“Tidak ada yang istimewa?” Kevin semakin penasaran.

“Hmm, mungkin besok aku akan mencoba melakukan apa yang biasanya seorang pria lakukan pada pacarnya. Membelikan dia bunga dan candle light dinner mungkin. Tapi jangan bilang Bora, dia hanya tahu kami akan pergi berenang saja.”

“Wah, wah, wah. Yoon Bora benar-benar merubah seorang Kim Joon. Kau mulai menggunakan kemeja, mau memberikan bunga, bahkan candle light dinner yang selama ini kau anggap aneh karena orang-orang mau makan di tempat gelap.”

“Entahlah, aku juga tidak mengerti mengapa aku mau melakukan itu semua. Namun yang jelas, besok akan menjadi hari spesial buat Bora. Selama ini aku yang selalu dibuatnya merasa spesial, kini giliranku.” Aku bangkit dari tempat tidur, kemudian mengambil tas ranselku, “Aku pulang dulu.”

Aku menekan tombol B di dalam lift kemudian menyelipkan earphone di kedua telingaku. Aku tiba-tiba merasa bersemangat, dan tidak sabar menanti hari esok. Malam itu jalanan masih ramai, beberapa mahasiswa masih terlihat baru keluar dari gedung kampus. Aku menunggu bus bersama mahasiswa lainnya. Bibirku masih mengulaskan sebuah senyuman.

Aku memilih bangku paling belakang, selain karena aku bisa nyaman jika tertidur, kakiku tidak akan terantuk bangku didepanku. Yah, ini adalah salah satu ketidaknyamananku menjadi orang yang tinggi. Seharian ini badan dan pikiranku sudah lelah, namun entah mengapa aku tidak bisa tidur. Tidak seperti biasanya, sesaat setelah bis berjalan aku pasti langsung tertidur.

Aku mengeluarkan ponselku, “Besok jadi ‘kan?” kemudian aku menekan gambar bintang di ponsel dan mengirimkan pesan tersebut.

“Mianhae, Baboya. Sepertinya besok aku tidak bisa menemanimu berenang.”

“Kenapa?” aku mengetik dengan cepat.

“Aku terjatuh saat belajar motor kemarin, jadi aku belum bisa berjalan-jalan dulu.”

Aku menggenggam erat ponselku, emosiku naik, kukencangkan volume suara di earphone-ku. Aku kecewa.

***

5 tahun kemudian…

April, 2014

Hubunganku dengan Bora baik-baik saja. Kini Bora sudah bekerja di sebuah bank yang ada di pusat kota Seoul, sedangkan aku bekerja di sebuah lembaga bimbingan belajar. Kesibukan kami membuat kami jarang bertemu. Namun kami masih saling berhubungan melalui pesan singkat.

“Mengapa dipercepat sih?” Dongwoon bertanya kepadaku, “Aku bahkan belum menyiapkan pakaian untuk acaranya.”

Aku mengangkat bahuku, “Sudahlah, bukankah lebih cepat lebih baik.”

“Kau memangnya sudah siap?” Kevin kini angkat suara.

“Siap tidak siap, aku harus siap bukan?” Aku menjawabnya yakin. Entahlah, apakah keputusanku ini benar atau tidak, yang jelas aku harus menyiapkan segala sesuatunya. Terutama mentalku.

Mei, 2014

Aku merapikan jas yang kukenakan, jas hitam polos yang terlihat dari depan. Tetapi bagian belakangnya penuh oleh motif garis acak yang membentuk suatu pola tertentu seolah aku menggunakan dua pakaian berbeda dalam satu waktu.

“Tenang saja. Kau sudah tampan.” Dongwoon memujiku.

“Ayo, kita berfoto terlebih dahulu.” Kevin mengeluarkan ponselnya dan mengangkatnya di depan kami bertiga. 1…2…3…klik.

“Kau tampak gugup, santai sedikit Kim Joon-ah~!” Kevin menyemangati. Aku menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskannya perlahan berharap ketenangan akan datang.

Tak lama seorang wanita yang sudah lama kukenal berjalan memasuki gedung. Wajah cantiknya semakin terpancar dengan make up yang terpoles sempurna di wajahnya. Tubuhnya kini terbalut sebuah gaun pengantin bernuansa biru, serasi dengan dekorasi yang menutupi gedung. Warna kesukaanku, dan dia cocok sekali dengan warna tersebut. Aku tersenyum.

Yoon Bora, gadis manis itu kini menjelma menjadi seorang wanita yang sangat anggun. Dia berjalan perlahan diiringi kedua orang tuanya disampingnya. Lengannya membawa sebuah buket bunga mawar putih. Ia berjalan mengikuti karpet merah yang telah ditata sedemikian rupa. Senyum di wajahnya tidak pernah menghilang.

Beberapa orang wanita yang tadi mengikutinya berjalan kini merapikan gaun yang dipakai Bora ketika sampai di kursi pelaminan. Beberapa tamu bertepuk tangan melihat betapa anggun dan cantiknya Tuan Putriku hari itu.

Kini giliranku berjalan, aku mengikuti jalur yang sama dengan Bora. Disampingku berdiri Kevin dan Dongwoon. Semakin dekat dengan kursi pelaminan, langkah yang kuambil terasa lebih berat dari sebelumnya. Beberapa kali aku menarik nafas panjang dan berat.

Aku menaiki sebuah anak tangga kecil untuk sampai di barisan kursi yang sudah disiapkan panitia sebagai kursi pengantin. Aku membungkukkan badanku sambil menjulurkan tanganku untuk bersalaman dengan seorang wanita paruh baya. Kemudian aku berjalan sedikit lagi, dan bersalaman dengan seorang pria yang umurnya aku perkirakan mungkin satu atau dua tahun lebih tua dariku. Aku tersenyum. Terakhir aku berdiri di depan Tuan Putriku. Dia tersenyum, begitupun denganku.

“Selamat…” kalimatku sempat terhenti.

“Selamat atas pernikahannya, Yoon Bora!” aku menyalaminya memberi selamat.

“Terima kasih sudah datang… Kim Joon.”

Epilog

Sejak kejadian itu aku tidak menghubungi Bora sama sekali, begitupun dengannya. Perang dingin seolah terjadi diantara kami, sampai suatu ketika, tepat satu minggu Bora mengirimiku sebuah pesan.

“Joon-ah! Apakah kau akan terus bersikap seperti ini?”

“Kenapa? Apa yang salah denganku?” aku yakin Bora bisa merasakan amarahku melalui pesan itu.

“Jika begini terus, bukankah sebaiknya hubungan kita diakhiri saja?”

“Baiklah. Aku setuju.” Balasku singkat.

“Terima kasih atas semuanya, Baboya J”

Aku melempar ponselku, kemudian berjalan keluar untuk merokok, menenangkan pikiranku.

***

“Jadi kau putus dengan Bora?” Kevin terdengar tidak begitu terkejut.

“Putus? Kau bahkan belum pernah berciuman dengannya selama satu setengah tahun ini!” Dongwoon berkomentar juga setelah aku mengatakan bahwa aku telah memutuskan hubunganku dengan Bora.

Aku menatapnya tajam, “Hanya itu saja yang ada dipikiranmu?”

“Bukan begitu, tapi… yaa, ya sudahlah. Lupakan saja.”

“Kau tidak menyesal?” Kevin bertanya, nadanya terdengar serius.

“Apakah aku harus mengatakannya?” aku balik bertanya.

“Lalu mengapa kau tidak berusaha memperbaiki hubungan kalian, dasar bodoh!”

Aku menerawang melihat langit malam, bintang-bintang bersinar saat itu. Sudah tiga bulan aku putus dengan Bora, namun harus aku akui bahwa tidak sekalipun Bora pernah meninggalkan pikiranku. Tidak pernah.

“Aku terlalu marah saat itu. Aku emosi, kecewa, aku..aku sedih.” Nada suaraku menurun.

“Tapi kau tahu itu bukan kemauan Bora bukan, dia terjatuh dari motor, dia terluka, dia bahkan memberitahumu bahwa ia belum bisa berjalan.”

“Aku tahu.” Suaraku hampir tidak terdengar. Aku mengambil ponselku, menekan tanda bintang disana, dan menunggu nada dering disana berganti menjadi suara yang ingin kudengar.

“Halo.”

“Bora?”

“Ada apa, Joon-ah?”

“Maafkan aku. Saat itu aku terlalu sedih, aku kecewa, aku marah.”

“Aku mengerti. Tapi kau keterlaluan, kau tidak datang untuk menjengukku. Tapi aku mengerti, kau orang yang sangat sibuk, aku mengerti sekali. Itu mengapa aku tidak pernah protes sekalipun walau kau tidak pernah memberiku kabar. Aku terlalu sabar menghadapimu atau aku terlalu bodoh untuk menunggumu? Menunggumu untuk mengabariku terlebih dahulu, bertanya bagaimana hari-hariku.”

“…..” aku tidak dapat berkata apa-apa, nada suara Bora mulai bergetar. Kumohon jangan menangis.

“Aku mengerti kau begitu sibuk dan cuek. Tapi aku selalu mengerti dengan sikapmu yang seperti itu. Aku juga kecewa padamu. Kau bahkan tidak menanyakan keadaanku saat itu. Aku bahkan tidak bisa bergerak kemana-mana. Dan pada saat-saat dimana aku membutuhkanmu, kau justru tidak ada kabar sama sekali. Mengapa justru orang lain yang dengan sabar mengurusiku.”

“Maafkan aku…”

“Sudahlah, itu sudah lama berlalu. Tapi aku mengatakan itu semua karena aku rasa kau perlu tahu yang sebenarnya. Kau juga pasti sudah mendengar semuanya dari Kevin, semoga kau mengerti.” Nada suaranya sudah kembali stabil, aku yakin dia kini baik-baik saja.

“Iya, aku sudah mengetahui semuanya. Maafkan aku, Baboya. Dan terima kasih banyak untuk semuanya.”

“Terima kasih juga atas semuanya, Baboya!” Bora mengakhir pembicaraan kami malam itu.

Aku terduduk diam memandang langit malam yang mulai semakin gelap. Bintang-bintang mulai tertutupi awan hitam, udara dingin mulai terasa. Kali ini aku tidak berhak untuk marah, sudah sepantasnya Bora mendapatkan lelaki yang dapat menjaganya. Aku tidak mengenal kekasih baru Bora, yang aku ketahui dari Kevin bahwa kekasih Bora adalah pria yang menjaga dan mengurus Bora ketika ia terjatuh dulu.

Penyesalan memang selalu datang diakhir cerita, untuk disesali tapi tidak untuk selamanya. Bukan penyesalan yang harus diingat, tetapi pembelajaran dari hal tersebut. Terlalu banyak hal yang belum bisa aku lakukan untuknya, di hari ketika ia memakai dress untuk pertama kalinya aku bahkan belum bisa mengungkapkan perasaanku.

“Kau cantik sekali.” atau “I love you.” Mungkin akan selalu menjadi kalimat yang diharapkan Bora keluar dari mulut seorang pria sepertiku. Dan kini, aku akan menyimpan kata-kata tersebut untuk orang yang berharga bagiku nanti, orang yang akan kujaga dan tidak akan kusia-siakan seperti yang sudah kulakukan terhadap Bora.

[1] Tidak mau

Guy Like Me 2

Satu bulan sudah aku menjalani hubunganku dengan Eunji dan Bora. Walaupun ternyata perasaan tidak dapat membohongi logikaku. Semakin hari aku justru semakin sayang dengan Bora. Aku lebih sering mengobrol dan bertemu dengan Bora dibanding Eunji. Walaupun aku dan Bora beda sekolah, namun kami masih menyempatkan waktu untuk bertemu di akhir pekan. Sedangkan hari-hari biasa aku bertemu dengan Eunji karena ia merupakan adik kelasku di sekolah.

Satu minggu yang lalu aku fokus untuk ujian kelulusan. Aku tidak bertemu dengan Bora maupun Eunji. Namun aku dan Bora saling menyemangati agar sukses dalam ujian kami masing-masing. Eunji? Mungkin dia juga sibuk dengan pelajarannya. Walaupun terkadang Eunji juga mengirimkan pesan untuk menyemangatiku, namun perasaanku tidak sebahagia ketika aku menerima pesan dari Bora.

“Oppaya, siapa itu Yoon Bora? Eunji tiba-tiba bertanya. Saat itu aku dan Eunji sedang berada dibalkon rumah Kevin. Rumah-rumah penduduk tampak kecil dan padat di kejauhan dengan langit biru cerah menyelimutinya.

“Bora? Memangnya kenapa?” aku berusaha menjawab sesantai mungkin.

“Kemarin pagi ada yang mengirimkan pesan ke radio, untuk Kim Joon. Dari Yoon Bora. Kebetulan pagi itu aku mendengarkan siaran yang sama.” Eunji menjelaskan.

“Mungkin itu bukan untukku.” Aku mengelak.

“Tidak mungkin, wanita itu menyebutkan nama sekolah kita. Dan aku tahu hanya satu orang bernama Kim Joon di sekolah kita.” Eunji lebih menekankan kalimat terakhirnya. Aku terdiam. Lama sekali. Seolah memandang langit biru, namun pandanganku kosong. “Oppaya?”

“Mianhae, Eunji-ah. Sebenarnya aku sudah berpikir cukup lama soal ini. Namun aku belum berani untuk mengatakannya. Yoon Bora yang kau dengar..” suara yang sudah terkumpul terasa berat dan hanya bisa bertenger diujung lidah, “dia adalah pacarku.” Aku tidak berani menatap mata Eunji.

“Sepertinya hubungan kita harus diakhiri. Sudah cukup aku jadi orang yang egois. Aku pikir kalian berdua akan merasa sakit jika aku terus bersikap seperti ini. Maksudku adalah, aku akan melepas kalian berdua. Tak seharusnya kalian berdua ada disampingku. Cukup sudah aku egois. Maafkan aku, Eunji-ah.” Keberanianku muncul untuk menjelaskan semua itu.

Eunji tidak memberikan komentar apa-apa, ia pergi ke dalam kamar. Aku tahu ia menangis. Di dalam, Kevin dan Dongwoon yang sejak tadi terdiam melihat kami akhirnya mencoba menenangkan Eunji.

“Sudahlah, memang lebih baik kalau hubungan kalian tidak diteruskan. Kau akan lebih sakit hati bukan jika hubungan ini diteruskan.” Kevin menasihati Eunji seperti yang ia lakukan dulu di mobil.

“Iya betul! Sudah jangan menangis. Kim Joon memang lelaki brengsek! Lebih baik denganku saja.” Kemudian sebuah jitakan mendarat di kepala Dongwoon. Kevin gemas, namun hal itu membuat senyum sedikit terukir di wajah manis Eunji.

Dongwoon benar, aku memang lelaki brengsek. Aku bahkan terjebak ke dalam perasaanku sendiri. Setelah tenang, Eunji pamit pulang. Aku berniat mengantarnya, namun ia menolaknya. Aku menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam memenuhi rongga paru-paruku, kemudian menghembuskannya.

“Kau serius malam ini akan memutuskan Bora juga? Katanya kau sayang padanya? Lebih sayang dari Eunji bahkan.” Kevin mencoba meyakinkanku. Aku hanya mengangguk. Kemudian kehembuskan nafas berat, tidak pernah aku merasa serumit ini. Salahku juga sebenarnya.

Malam itu aku berkumpul di kafe seperti biasanya, Bora duduk disebelahku. Kami berdua memandang orang yang lalu lalang diluar. Tidak ada sepatah katapun yang kukeluarkan. Berbeda dengan Kevin dan Dongwoon yang sedari tadi tertawa seperti orang yang hampir mati.

Jam tanganku menunjukan pukul 9 malam, sudah tiga jam kami hanya diam. “Sebenarnya ada yang mau aku sampaikan malam ini.” Aku tidak mau berlama-lama lagi.

“Katakanlah.” Jawabnya singkat seolah sudah tahu apa yang akan aku katakan.

“Aku pikir sebaiknya kita mengakhiri hubungan kita.” Aku tidak bisa berbicara panjang lebar, suara dari lubuk hatiku berontak, jauh di dalam sana aku tidak ingin mengakhiri hubungan ini.

“Kau akan kembali kepada Eunji?” tanyanya.

“Tidak, aku melepas kalian berdua. Aku tidak mau lagi egois.” Aku menundukan kepalaku bagai seorang pengecut.

“Baiklah jika itu maumu.” Suara Bora justru terdengar lebih santai dibandingkan denganku.

“Sudah malam, kuantarkan kau pulang.” Tawarku.

Tak ada sepatah kata yang terlontar selama perjalanan kami menuju parkiran. Begitupun ketika Bora duduk dibelakangku, ia hanya memeluk erat pinggangku dan menyandarkan kepalanya dipunggungku. Kulajukan motorku dengan santai, aku tidak mau berpisah dengannya.

“Joon-ah!” dia memanggil dengan menggunakan namaku, bukan panggilan sayang yang biasa kami ucapkan.

“Wae?” jawabku singkat.

“Sekarang kau berarti bukan milik siapa-siapa, maukah kau menjadi pacarku?”

Aku takut salah dengar, berbicara saat motor melaju membuat angin terkadang menerbangkan maksud yang ingin disampaikan, “Apa? Aku tidak bisa mendengarmu dengan jelas.”

“Kau mau jadi pacarku?” Bora setengah berteriak.

“Maksudnya?” aku tidak mau terjadi salah paham.

“Kau kan sudah melakukan apa yang ingin kau lakukan dengan memutuskan aku dan Eunji. Sekarang aku ingin kau jadi pacarku lagi, anggap saja kau dan aku baru bertemu.”

Entah apa yang sebenarnya Tuhan rencanakan, “Aku setuju.”

“Aku sayang kamu, Baboya!!!” Bora kembali memanggilku dengan panggilan sayangnya.

“Gomawo, Baboya!”[1] dan nafasku terasa sesak karena pelukan Bora yang semakin erat. Aku tidak peduli.

Setelah mengantar Bora, aku kembali ke kafe dimana Dongwoon dan Kevin menunggu. Malam masih panjang jika aku harus langsung pulang ke rumah.

“Ya! Kemari!” Dongwoon berteriak dari kejauhan saat aku membuka pintu masuk kafe, “Biar kutraktir kau minum malam ini.” Katanya lagi setelah aku duduk bergabung.

“Kau hebat!” kata Kevin.

Sebenarnya aku tidak bisa berhenti tersenyum, namun Kevin dan Dongwoon berpikir itu karena mereka berhasil melakukan perannya sebagai sahabat.

***

Hari ini aku tidak beranjak dari tempat tidurku, berguling-guling kesana kemari. Rasanya menyenangkan bisa berada di tempat tidurku hanya untuk bermalas-malasan setelah seminggu ini menempuh perjalanan panjang dari rumah ke kampus begitupun sebaliknya.

“Mwohae?”[2] aku mengetik sebuah kata di layar ponselku kemudian mengirimkannya.

“Sekarang aku sedang sibuk, mau makan malam bersama?” sebuah balasan masuk tidak lama setelah pesanku terkirim.

“CALL[3]!!!” kemudian kulemparkan ponsel ke tempat tidur kemudian bergegas ke kamar mandi. Satu jam kemudian aku sudah berada di sebuah pusat perbelanjaan di kawasan Gwanghwamun. “Aku sudah sampai. Kabari aku jika kau sudah selesai.”

Aku tahu jam kerjanya memang selesai sekitar pukul 6 sore, sehinga aku berjalan-jalan dahulu dalam pusat perbelanjaan tersebut hingga akhirnya aku mengistirahatkan badanku di sebuah kafe lalu memesan segelas cappucinno dingin. Sebuah buku aku keluarkan untuk menemaniku menunggu.

Yoon Bora, gadis yang kukenal satu tahun lalu kini sudah menjadi seorang wanita pekerja keras. Setelah lulus sekolah, aku melanjutkan studiku sedangkan Bora memilih untuk bekerja. Biasanya aku mendatanginya saat jam makan siang hanya untuk sekedar makan bersama, atau seperti saat ini, aku menunggunya pulang untuk sekedar bertemu sambil makan malam bersama.

“Baboya! Sudah lama?” sebuah suara tiba-tiba mengalihkan perhatianku dari buku yang sedang kubaca. Seorang wanita dengan pipi chubby dan mata bulat kini duduk di sebelahku sambil meminum cappucinno dingin milikku. Badannya tersandar padaku.

“Kau pasti lelah?” kataku sambil mengacak-acak rambutnya. Kepalanya diangkat dari bahuku, mencoba menghindar dari gerakan tanganku.

“Aku lapar, mari kita langsung pesan makan.” Katanya tidak sabar, lengannya kini merapikan rambut yang tadi kuacak-acak, matanya mengamati menu. Seorang pelayan memakai apron hitam mendatangi kami dan mencatat pesanan kami. Tak lama menu yang kami pesan datang, sepiring spaghetti carbonara untukku dan satu set western course miliknya.

“Baboya, kau ingat minggu lalu aku pergi berenang dengan saudara-saudaraku?”

“Ehm.” Katanya dengan anggukan, mulutnya penuh.

“Karena kemarin aku dan saudaraku seperti sebuah rombongan, kami mendapatkan voucher gratis untuk mengunjungi lagi kolam renang itu, kau mau pergi kesana? Kebetulan voucher-nya pun hanya ada dua.” Aku menjelaskan.

“Hmm, minggu depan aku libur di hari selasa. Bagaimana?” Bora kembali mengambil satu sendok penuh makanan untuk mengisi mulutnya.

“Pelan-pelan makannya. Kau tampak seperti anak kecil.” Aku membersihkan saus yang ada di bibirnya dengan jariku. Dia hanya tersenyum. Makananku sudah habis, kini aku hanya memandang pacarku yang sedang sibuk melahap makanannya, tanganku kulipat di meja layaknya murid yang sedang memperhatikan guru yang sedang menjelaskan pelajaran.

“Turunkan tanganmu. Kau ingin menyindirku?” Bora menghentikan makannya.

“Apa? Aku kenapa?” kataku pura-pura tidak tahu.

“Aishhh! Kau ini suka sekali iseng.” Tanganku kini dipukul-pukulnya agar tidak lagi berada di atas meja. “Kulitmu itu lebih putih dari aku, apa kata orang-orang jika melihatnya?”

“Aku tidak peduli, lagipula kulitmu juga putih, Baboya.” Aku mencoba menenangkannya. Aku memang selalu menggunakan jaket atau pakaian lengan panjang, bukan untuk menghindari sinar matahari tetapi lebih karena aku kurang percaya diri jika harus menggunakan pakaian berlengan pendek.

“Tetap saja tidak seputih dirimu. Padahal aku sudah memakai body lotion setiap hari, dua kali sehari malah.” Aku menghabiskan cappucinno-ku, “Tahu tidak? Bahkan sekarang aku mandi menggunakan body cleanser dan juga body scrub” jelasnya lagi

“Kau body scruban setiap hari? Kau mau kulitmu terkikis apa? Sudahlah Baboya, kau sudah cantik tahu!” aku mencoba meyakinkannya. Aku memakai kembali jaketku, “Kalau begini aman ‘kan?” Aku tidak mau memperpanjang urusan warna kulit. Dia tersenyum senang.

Aku memanggil pelayan meminta bill, dan seorang pelayan yang juga menggunakan apron hitam dan kemeja putih datang membawa tagihan makan kami. Aku mengeluarkan dompet.

“Aku yang bayar. Aku yang bayar!” Bora buru-buru mengeluarkan dompet dari tasnya, “Tadi aku mendapatkan bonus.” Jelasnya lagi agar aku tidak bisa menolaknya. Aku bersyukur memiliki wanita seperti Bora, dia wanita hebat yang selalu menyemangatiku dan mendukungku. Bora selalu ada ketika aku merasa sulit dengan perkuliahan, bahkan dia yang mendukungku dan mengingatkanku agar tidak lupa makan ketika akhirnya aku mengambil keputusan untuk bekerja paruh waktu sambil kuliah.

“Kau benar-benar mendapatkan bonus?” tanyaku.

“Iya, Baboya! Kau tidak percaya?” kedua pipiku ditariknya ke samping sehingga membuatku seolah tersenyum. Aku memang tidak seperti lelaki lain yang suka memberikan kejutan-kejutan kecil atau membayar makanan ketika kami bersama. Namun aku selalu menyisihkan uang jajanku untuk dapat melakukan itu semua. Yoon Bora, wanita mandiri itu selalu menahanku untuk melakukan itu semua. Aku yang bayar atau kita bayar masing-masing? hanya itu pilihan yang ia berikan, jadi terkadang aku harus sembunyi-sembunyi atau memaksanya agar mau menerima jika aku yang membayar semuanya.

“Baboya, besok di kafe seperti biasa ‘kan?” Bora sudah mengetahui kegiatan akhir pekanku yang selalu bersama Dongwoon dan Kevin.

“Iya, kenapa?”

“Besok kau pakai kemeja yah! Aku ingin melihatmu menggunakan kemeja, bosan rasanya melihat kau menggunakan kaos melulu.” Mintanya.

“Ayolah, Baboya! Kau tahu aku tidak suka menggunakan kemeja, aku juga kan tidak pernah meminta kau untuk menggunakan rok. Tidak usah yah?” aku menolak.

“Ya, ya, ya, Ba…bo…yaaa… Je~ Bal~” Bora mengeluarkan aegyo-nya.

Aku mengangguk pasrah. Aku kemudian membereskan bukuku, begitu juga dengan Bora yang membereskan isi tasnya, setelah itu kami keluar dari kafe tersebut. Lengan Bora terkait dilenganku, aku kembali mengacak-acak poninya yang hampir menutup matanya. Tiba-tiba Bora menarikku berlari menuju sebuah stand dengan dua orang SPG yang berdiri di depannya membagikan selebaran.

“Eoseo oseyo.”[4] Kata salah seorang SPG. Shin-zu-i aku terbata-bata membaca tulisan Jepang yang tertera diatas stand tersebut. Stand tersebut bernuansa putih dimana-mana. Semua produknya juga terlihat ditata dengan baik di sebuah meja. Mulai dari sabun, body cleanser, hingga body lotion. Lenganku masih dituntun Bora, kami mengelilingi isi stand tersebut.

“Bagaimana menurutmu? Wangi tidak?” Bora meminta saranku, punggung tangannya yang sudah dioleskan sedikit body lotion didekatkannya ke hidungku.

“Wanginya enak.” Jawabku singkat.

“Kalau begitu aku memilih ini saja, aroma sakura memang pas denganku.” Bora meyakinkan dirinya sendiri.

“Iya, pilih itu saja. Jadi kalau kita berjalan berdampingan, orang-orang akan merasa aku berjalan dengan membawa pohon sakura.”

PLAK. Kepalaku dipukulnya.

“Sakit!!!” kataku sambil mengusap-usap kepalaku.

“Habisnya kau malah mengejekku.” Bora membela diri.

“Aku tidak habis pikir, mengapa kau membeli semua produk itu. Kau bahkan masih memiliki sebotol body lotion ditasmu.”

“Baboya~~ lihatlah!” tangannya kini menggerakan paksa kepalaku untuk melihat ke arah sebuah banner yang terpasang di depan stand, “Putih itu Shinzu’i! Kau tidak membacanya? Produk ini pasti akan membuat kulitku lebih putih bukan? Hehehehe” Bora tampak seperti SPG yang menjelaskan produk Shinzu’i kepadaku.

“Iya, putih itu Shinzu’i. Shin-zu-i, Baboya. Disana ‘kan tidak tertulis putih itu Yoon Bora!” aku buru-buru menarik kepalaku yang masih dijepit oleh tangannya, aku berlari keluar stand sambil menjulurkan lidahku. “Mehhhhrrroooooooooooongggg!!!”[5] ejekku.

Bora mengepalkan tinjunya ke udara merasa kesal. Aku tertawa melihatnya. Tak lama ia keluar dengan sebuah kantung yang berisi semua produk Shinzu’i. dia benar-benar membeli semua produk yang tadi aku lihat, sabun cair, body lotion, body cleanser, juga body scrub dengan aroma yang sama.

“Mari pulang!” katanya senang.

[1] “Terima kasih, Bodoh!”

[2] “Sedang apa?”

[3] Ungkapan yang berarti setuju

[4] “Selamat Datang”

[5] Menjulurkan lidah untuk mengejek

Guy Like Me 1

Tahun 2009   

Aku berjalan dibelakang ibuku yang sedang sibuk mampir dari satu toko ke toko yang lain yang berada di gedung perbelanjaan di pusat kota, lenganku sibuk memainkan game yang ada di ponselku. Sesekali aku arahkan pandanganku ke depan khawatir kehilangan jejak ibuku. Sebenarnya aku malas menemani ibuku berbelanja hari ini, badanku rasanya sudah tidak bertulang karena perjalanan luar kota kemarin. Namun beberapa hari lagi merupakan perayaan Seollal, jadi mau tidak mau aku harus menemani ibuku berbelanja semua keperluan.

TING! Sebuah bunyi bel terdengar berbarengan dengan sebuah pesan singkat yang masuk di layar ponselku. Aku membuka dan membacanya.

“Ini benar nomor ponsel Kim Joon?”

Aku berpikir sejenak untuk mencerna nomor baru yang tertera, “Benar, maaf ini siapa dan ada perlu apa?” balasku sopan.

“Ini Bora, yang beberapa hari lalu mengobrol denganmu di weibo.” Balasnya lagi. Beberapa hari yang lalu memang ada seorang wanita yang mengomentari statusku di weibo, status yang cukup gila untuk di-posting di media sosial. Aku membuka akun weiboku untuk mengecek profil Bora, selama ini aku hanya menganggap obrolan kami sebatas obrolan tidak penting di sosial media sehingga aku tidak pernah benar-benar memperhatikan akun lawan bicaraku.

***

            Malam itu aku dan teman-teman berkumpul di rumah Kevin, sebagai tuan rumah yang baik ternyata Kevin sudah menyiapkan banyak cemilan untuk menemani kami menghabiskan waktu, mulai dari ayam goreng, soju, bir, cumi kering, hingga makanan ringan yang dibelinya tadi sore di minimarket.

“Wah, benar-benar pesta kita malam ini?” seruku melihat semua makanan yang tersedia.

“Tentu saja. Kita harus merayakannya karena kita semua bisa naik kelas, walaupun aku agak curiga mengapa Dongwoon bisa naik kelas juga. Hahahahaha!” balas Kevin. Dongwoon tidak tinggal diam, ia melempar sekantung makanan ringan ke muka Kevin.

“Aku juga ‘kan pintar, ya walaupun tidak sepintar kalian. Tapi biarlah, mungkin memang sekolah sedang mengalami system error, hahahaha.” Dongwoon membalas candaan yang diberikan oleh Kevin, masing-masing tangan Dongwoon kini memegang sepotong paha ayam. “Anmeokgo?”[1] tawarnya.

Are you kidding me? I am sick of chicken!” Kevin merupakan anak tungal dari seorang peternak ayam yang terkenal. Ayahnya merupakan supplier ayam untuk banyak rumah makan yang ada di Seoul. Ibunya hanya seorang ibu rumah tangga yang selalu berada disamping ayahnya membantu semua keperluan ayahnya. Oleh karena itu Kevin sedikit bosan dengan sajian ayam. Sebenarnya Kevin memiliki seorang kakak perempuan dan seorang adik lelaki. Namun kakak perempuannya meninggal ketika Kevin masih duduk di bangku sekolah dasar, begitu juga dengan adiknya yang pergi meninggalkannya setahun yang lalu. Saat itulah aku dan Dongwoon menjadi lebih akrab dengan Kevin. Kami berdua seolah menjadi pengganti kedua saudaranya. Terlebih saat itu, Kevin merupakan anak yang pendiam di sekolah. Dirinya terlahir sebagai albino yang memiliki kulit lebih putih dari orang Korea kebanyakan, Kevin juga memiliki rambut asli yang berwarna kuning keemasan. Selebihnya tidak ada yang aneh dari penampilannya. Namun, setiap orang tentu punya kelebihan dan kekurangannya masing-masing. Penampilan Kevin yang justru menurutku menambah ketampanannya tidak dirasakan oleh Kevin, ia cenderung tertutup saat itu.

Sedangkan Dongwoon merupakan salah satu anak dari guru yang mengajar di sekolah kami. Aku dan Dongwoon sudah saling mengenal sejak di bangku sekolah dasar. Saat itu sekolahku dan sekolah Dongwoon mengadakan acara perkemahan musim panas bersama, aku berkenalan dengannya ketika kami berebut untuk menggunakan kamar mandi. Sejak saat itu kami selalu bermain bersama. Aku dan Dongwoon berasal dari SMP yang sama, dan kini kami satu sekolah di SMA yang sama pula. Penampilan Dongwoon hampir tidak berubah sama sekali. Badannya memang tidak gemuk, namun cukup padat. Ha ha ha. Dengan rambut yang dibelah pinggir serta ponselnya yang selalu berada di genggaman yang ia selalu gunakan sebagai mikrofon ketika mengombali murid-murid wanita satu sekolahan dengan nyanyian yang bernada sembarang.

Terakhir, Kim Joon, itulah nama yang diberikan oleh kedua orang tuaku. Aku berasal dari keluarga yang biasa saja, ayahku seorang pengawas perkebunan di luar kota Seoul yang tentunya hanya bisa mengunjungi keluargaku sebulan sekali. Ibuku hanya seorang ibu rumah tangga biasa yang setiap harinya membantu bibiku yang membuka sebuah rumah makan dekat rumahku dan sebagai anak pertama dari dua bersaudara, aku bertekad untuk membawa derajat keluargaku ke tingkat yang lebih tinggi. Oleh karena itu sejak sekolah dasar hingga kini, aku selalu belajar dengan giat agar tidak direndahkan oleh orang lain seperti yang pernah aku alami ketika aku masih di sekolah menengah pertama.

Tok, tok, tok!

Suara ketukan pintu terdengar, kemudian seorang wanita memunculkan kepalanya, “Acaranya belum mulai kan ya?”

“Soomin noona[2]?” seruku, “Menagapa kau bisa ada disini?”

“Ini bukan pesta lajang kan? Lagipula masa kalian mau berpesta tanpa aku? Hahaha”

Soomin noona merupakan kakak kelas kami bertiga di sekolah, kami berteman karena pada waktu itu kami semua ketahuan merokok di belakang sekolah. Walaupun pada saat itu jam pelajaran telah habis, kesalahan terbesar kami adalah merokok di tempat milik Soomin noona biasa bersembunyi. She’s such a bad girl too. Sejak saat itu kami menjadi akrab, tak jarang kami bolos pelajaran bersama.

“Chagiya[3]~” terdengar suara aegyo[4] yang menurutku dan Dongwoon sebenarnya cukup menyebalkan. Sesosok wanita pemilik suara itu masuk setelah Soomin noona duduk di sebelahku. Kang Jihyun, pacar Kevin, sebenarnya Jihyun tidak satu sekolah dengan kami berempat namun jika kami berkumpul dia selalu mengekor pacarnya kemana-mana. Seperti saat ini, dia sudah berada di samping Kevin memeluk lengannya seperti koala yang memeluk pohon tempatnya tidur.

“Ya! Kau tidak bilang kalau kucing satu ini akan datang malam ini?” aku sedikit kesal kepada Kevin sambil menunjuk Jihyun.

“Kucing? Mengapa aku kucing? Apakah kalian sedang mengganti nama-nama kalian menjadi nama binatang? Aku lebih suka jika dipanggil panda dibandingkan dengan kucing. Bukankah panda lebih lucu dari kucing? Benarkan , chagiya?” Jihyun berbicara hampir tanpa jeda sama sekali. Kevin hanya terdiam, matanya memberi kode untuk tidak membahas soal kucing kepadaku dan Dongwoon. Jihyun tinggal sendiri di Seoul dan hubungannya dengan Kevin terkadang membuat Kevin harus absen kumpul bersamaku dan teman-teman yang lain, alasannya “mau memberi makan kucing dulu.” Oleh karena itu, kami semua memberi sebutan kucing ketika membicarakan Jihyun.

“Chagiya, aku panda saja yaa. Aku kan tidak begitu suka kucing.” Rajuk Jihyun kepada Kevin.

“Iya, terserah kau saja.” Kevin akhirnya buka suara kepada pacarnya yang saat itu hanya mengenakan rok pendek selutut dengan atasan kaos putih yang dibalut jaket tipis. “Lagipula tumben kau protes, kau kan tahu kalau dia selalu ada kalau kita berkumpul.” Kevin berseru kepadaku.

“Bukan begitu. Jika aku tahu kau akan membawa Jihyun, tentu aku akan membawa Eunji. Kau pikir hanya kau yang mau berpacaran di malam minggu ini?” aku beralasan. Eunji adalah pacarku, baru dua bulan aku berpacaran dengannya. Aku mengenal Eunji saat Kevin akan mengantarkannya pulang setelah Eunji diputuskan pacar sebelumnya. Saat itu Aku dan Dongwoon hanya bisa duduk terdiam di bangku belakang sambil mendengarkan Eunji bercerita kepada Kevin. Air matanya mengalir deras. Aku menatap iba dari belakang. Lelaki itu sungguh tidak bertanggung jawab, terutama karena ia berselingkuh dengan wanita yang merupakan kakak kelasnya sendiri yang juga satu sekolah dengan mereka berdua. Aku menjadi penasaran dengan pacarnya tersebut, karena Eunji bilang kami mengenal siapa wanita yang menjadi selingkuh mantan pacarnya tersebut.

Sejak saat itu, Eunji yang merupakan adik kelasku menjadi akrab denganku. Usia kami hanya terpaut satu tahun, sehingga dia memanggilku dengan sebutan oppa[5]. Tak jarang aku juga memberinya semangat. Namun ternyata kedekatan kami menumbuhkan perasan lain pada diriku sehingga pada suatu malam ketika kami berkumpul seperti malam ini, aku meminta Eunji menjadi pacarku. Aku mengacak-acak poninya sebagai ucapan terima kasih setelah Eunji mengiyakan permintaanku. Rambut sebahunya ia kuncir ke belakang, senyumnya tidak pernah menghilang malam itu.

Malam merangkak semakin larut. Suara di luar pun semakin menghilang meninggalkan suara choir dari serangga-serangga malam. Kondisi kamar Kevin semakin tidak karuan, sampah bekas minuman dan makan bertebaran di mana-mana. Dongwoon masih menenggak bir kalengnya. Aku menghabiskan bir yang berada di tanganku. Kemudian melempar kalengnya ke tempat sampah di sudut kamar layaknya pemain basket, TANG! Kaleng tersebut terpantul mengenai sisi tempat sampah dan mendarat di dekat pintu kamar mandi.

“Bagaimana jika kita bermain Wang[6] Game?” usul Soomin noona. Permainan tersebut merupakan permain sederhana yang menggunakan sumpit dan gelas. Sebuah sumpit diberi tanda sebagai raja, sedangkan sumpit sisanya diberi nomor sesuai jumlah sisa pemain. Kami semua memposisikan duduk senyaman mungkin, kemudian mengambil sumpit yang telah dikocok bergantian.

“Woohohoho. Ternyata aku rajanya.” Soomin noona bersemangat. Yang lain sibuk mengintip nomor yang tertera di sumpitnya masing-masing. Sebagai raja, Soomin noona berhak memerintahkan apa saja kepada orang yang memegang nomor tertentu.

“Aku ingin nomor 2 menampar nomor 1.” Sang raja mengeluarkan perintahnya.

“Siapa nomor 1?” aku penasaran, pandanganku mengelilingi semuanya.

“Naega! Wae?”[7] sepertinya Dongwoon tidak sadar sepenuhnya.

Aku menahan tawaku, “Mianhae, Dongwoon-ah~.” dan PLAK!!! Sebuah tamparan mendarat di pipinya yang agak chubby.

“YAAAA!!!” Dongwon berteriak kesal. Aku tertawa melihatnya mengusap-usap pipinya yang panas. “Noona, kau keterlaluan. Kita kan baru memulai permainannya. Masa perintahnya sudah semengerikan itu.” Dongwoon berkomentar. Permainan dilanjutkan kembali, keseruan demi keseruan terjadi. Semua telah merasakan jadi raja juga telah merasakan bagaimana rasanya diperintah dengan perintah yang tidak masuk akal. Dongwoon memang teman kami yang paling malang, dia selalu menerima perintah yang menyebalkan. Mulai dari membelikan makanan dan minuman yang mulai habis hingga perintah yang mengharuskan dia meminjam korek api dari kedai tteok[8] di ujung jalan.

“Aku lelah. Mulai sekarang jangan ada perintah yang mengharuskan keluar dari kamar ini.” Dongwoon mulai protes sambil mengambil sumpit, kami hanya bisa menertawakannya. Kami senang membuatnya seperti itu.

“AKU RAJANYA!!!” tiba-tiba Dongwoon berteriak semangat, “Aku ingin nomor 4 pergi..”

Belum sempat ia selesai berbicara, aku berkomentar, “Bukannya tidak boleh mengeluarkan perintah yang mengharuskan keluar dari kamar ini?”

“Ah, sial! Kalau begitu aku ingin nomor 4 mencium nomor 2.”

“YAA! Kau bercanda?” Aku sedikit meninggikan intonasiku. Bukan tanpa alasan aku berbuat seperti itu, ditanganku tersimpan sumpit bertuliskan nomor 4.

“Kau kenapa? Kau Nomor 2 atau 4?” Dongwoon menembakku.

“Em…Empat.” Ucapku terbata-bata.

“Kau tidak mau menciumku atau tidak berani?” Soomin noona memang terkenal to the point dalam segala hal, “Aku nomor 2.”

“Aku minum saja noona.” Aku mengambil gelas besar yang terisi penuh oleh bir. Gelas bir tersebut disediakan sebagai hukuman jika orang yang diperintahkan tidak mau melakukan perintah yang diberikan. Kepalaku sebenarnya sudah cukup berat dan pusing. Namun aku masih bertahan dalam permainan ini. Kevin dan Jihyun bermain sambil berbaring telungkup. Mereka lebih banyak minum sebelumnya, terkadang tangan mereka masing-masing dijadikan bantal membuatnya terlihat seperti korban bencana alam di sebuah pengungsian.

“Ah, dasar pengecut kau!” Dongwoon berkomentar. Aku tidak peduli.

“Berisik. Ayo kita lanjutkan permainannya!” Aku menggoyang-goyangkan gelas yang berisi sumpit, kemudian mengambil sumpit yang tersisa. Keberuntungan kali ini berpihak padaku, sebagai raja aku memerintahkan nomor 1 dan nomor 2 dengan perintah yang sama dengan yang Dongwoon keluarkan tadi.

Hampir bersamaan Kevin dan Jihyun menyebutkan nomornya. Belum sempat aku merespon, Kevin membalikan badannya dan bibir Kevin sudah menempel di bibir Jihyun. Hanya dengan mengecup bibir saja sebenarnya sudah cukup, namun sepertinya Kevin mengambil kesempatan itu dengan bertindak lebih dari sekedar mencium pacarnya. Mukaku bahkan menjadi landasan sempurna pendaratan jaket yang sebelumnya dikenakan Jihyun.

Aku, Soomin noona, dan Dongwoon hanya bisa terbengong-bengong. Diam membisu melihat kelakuan sepasang kekasih yang ada di depan kami. “Get a room, please!” Dongwoon bersuara, intonasinya terdengar agak bergetar. Aku tahu betul sifat Dongwoon, ia bahkan tidak pernah bisa menyelesaikan menonton sebuah film porno. Dongwoon menyalakan sebuah rokok kemudian berjalan menuju balkon, mencari udara segar katanya.

“Kita mau lanjut bermain noona?” suaraku ikut bergetar, rasanya berat untuk berbicara. Bahkan menelan liur sendiri saja berat rasanya.

“Tidak mungkin kan kita bermain berdua.” Soomin noona terdengar sangat santai dengan semua kondisi ini. Ia bahkan menyandarkan kepalanya di bahuku. Untuk sementara aku merasa udara semakin panas membuat degup jantungku berdebar lebih kencang. Beberapa kali aku menengok dan beradu pandang dengan Soomin noona. Aku merasa seperti orang bodoh, tidak bergerak dan duduk terpaku.

“Joon-ah~ gwaenchana[9]?” Soomin noona akhirnya kembali duduk. Aku bisa sedikit bernafas lega.

“Eung.” Jawabku singkat ditambah anggukan kepalaku.

“Jinjja[10]?” Soomin noona memastikan keadaanku. Wajahnya didekatkan hingga beberapa senti di depan wajahku. Aku sedikit mundur menanggapinya. “Jinjja?” ulangnya lagi. Kali ini Soomin noona memajukan wajahnya lebih dekat. Pikiranku tidak bisa berpikir dengan jernih, pengaruh alkohol membuatku ikut memajukan wajahku.

Hembusan nafas berat keluar dari hidung kami setelah memundurkan wajah kami menjauh satu sama lain sebelum bibir kami berdua bertemu. “Mianhae, noona.”

“Tidak apa-apa. Maafkan aku juga.” Setelah itu suasana kamar tampak terbagi dua, satu bagian terisi oleh hawa panas dari sepasang kekasih yang sedang memadu kasih di depan kami. Sedangkan bagian lainnya terisi oleh hawa dingin dari kecanggungan antara aku dan Soomin noona. Aku terdiam memandang tembok yang berisi foto-foto.

“Maafkan aku. Aku tiba-tiba teringat tunanganku.” Soomin noona berusaha mencairkan suasana.

“Aku juga, entah mengapa aku teringat Eunji. Hahaha” tawaku terdengar sangat dipaksakan. Namun suasana canggung kembali terasa, aku memandang ke arah berlawanan dari pandangan Soomin noona.

“Noona..” aku membalikan badanku.

“Tapi sekali saja tidak akan menjadi masalah bukan?” katanya memotong.

“Ya sekali saja.” Sepertinya pikiranku memahami maksud obrolan kami yang tidak jelas. Aku mendekatkan wajahku, bibirku dan bibir Soomin noona yang berwarna pink menempel. Soomin noona mendekatkan duduknya ke depanku. Bibirku dihisapnya, begitu pula dengan miliknya. Sesekali lidah kami masing-masing menjelajah ronga mulut satu sama lain. Tangan Soomin noona mulai bergerak melepaskan kancing kemeja yang kupakai satu persatu. Lenganku mulai bergerak turun dari bahunya, lengannya ku genggam erat.

Soomin noona memang sudah paling ahli dalam hal seperti ini, jadi terkadang aku sedikit kewalahan dengan tindakan-tindakan yang diberikannya. Kancing kemejaku sudah terlepas semua, lenganku entah sejak kapan sudah berada diatas pahanya yang putih.bibirku kini bergerak turun ke lehernya yang putih, aroma parfum dan body lotion yang dipakainya bercampur menusuk hidungku.

Kedua telapak tangan Soomin noona disimpan dipipiku, mengapit wajahku, mau tidak mau aku menatap matanya. Dalam. “Wae, noona?” aku menatapnya tajam.

“Mianhae, Joon-ah~!’ serunya sambil menarik wajahku, Soomin noona kembali melumat bibirku. Aku sempat khawatir bibirku menjadi lebam karena rasa sakit yang kadang terasa dari hisapan dan gigitannya. Aku memeluknya erat dan mencoba mengimbanginya. Lenganku mulai menjelajahi perutnya yang rata.

Soomin noona tampaknya tak mau kalah, lengannya kini mencoba melepas sabuk celanaku. KLIK. Suara kunci sabuk yang terlepas terdengar.

Not that far for now, noona.” Aku menahan tangannya untuk bertindak lebih jauh.

“Maaf.” Senyumnya kini terlihat nakal, bukan manis seperti yang aku kenal.

“YAAA!! NEO MICHYEOSSEO?!?!?!” Suara keras Dongwoon membuat aku dan Soomin noona berhenti dari kegiatan kami dan menjauhkan diri satu sama lain. Aku membenarkan kemejaku yang terbuka. Sambil tersenyum tanpa dosa aku keluar menuju balkon melewati Dongwoon yang masih tampak terkejut.

Aku menyalakan sebatang rokok, menghisapnya dalam-dalam, dan menghembuskan asapnya perlahan mencoba menjernihkan pikiranku. Dongwoon kemudian menyusulku dan duduk di depanku. Dilemparnya sekaleng bir dingin ke arahku. Kubuka dan menenggaknya seperti orang yang baru menemukan air di gurun pasir. Tak lama Soomin noona keluar bergabung dengan kami. Ia duduk di antara kami, kemudian meminum bir dari kaleng milikku.

“Kalian sudah gila ya?” Dongwoon bertanya, aku tahu dia tidak marah, dia penasaran.

“Siapa juga yang tidak tergoda melihat adegan film porno di depan mata?” kata-kata Soomin noona memang terkadang terdengar tanpa filter. Aku hanya mengangguk-angguk. Baru aku sadari ternyata Kevin dan Jihyun sudah tertidur pulas, terlihat Jihyun tidur dengan tangan Kevin sebagai alasnya dan pelukan Kevin sebagai selimutnya.

“Tapi noona, apakah bibirku baik-baik saja? Kau terkadang menggigitnya.” aku mengusap-usap bibirku.

“Coba kulihat.” Soomin noona mendekatkan wajahnya lagi, alih-alih memeriksa, ia kembali menciumku. Aku membalas perlakuannya. “You’re such a good kisser. Bibirmu baik-baik saja, Joon-ah~.” Dongwoon menggerutu melihat kelakuan kami berdua.

“Jangan begitu. Kau mau juga?” kali ini Soomin noona mendekatkan wajahnya kepada Dongwoon. Namun dengan secepat kilat Dongwoon menutup mulutnya dengan kedua tangan. Aku tertawa melihat kelakuannya yang seperti anak kecil ketika akan disuapi minum obat.

“Ternyata kau lebih pengecut dibanding aku, Dongwoon-ah~.” Aku tertawa.

“Aku tidak pengecut. Aku hanya berusaha setia dengan pacarku.” Bangganya.

“Siapa? Bomi? Chorong?” aku mengabsen.

“Pacarku hanya satu, My Baby Namjoo.” Katanya sambil mengacungkan layar ponselnya ke wajahku. Terlihat disana gambar seorang wanita yang sedang dicubit pipinya oleh Dongwoon.

“Ia tampak tersiksa pacaran dengamu.” Ucapku datar. Aku menyalakan kembali sebatang rokok.

“Sembarangan kau bicara, justru ia tidak mau kehilanganku.” Kebanggaannya meningkat. Jika dibanding dengan Dongwoon, aku memang sedikit lebih tampan. Namun terkadang aku iri terhadap Dongwoon yang bisa melakukan apa saja terhadap pacarnya. Menjemput, membelikan hadiah, dan lain sebagainya. Sedangkan aku masih berpikir bagaimana bisa melakukan semua itu, bukan hanya uang yang tidak aku punya, terkadang waktu yang aku milikipun tidak bisa kuberikan untuk bertemu dengan pacarku. Aku bersyukur selama ini wanita yang menjadi pacarku tidak pernah menuntut apa-apa, mereka mengerti keadaanku. Bahkan terkadang mereka yang membelikan hadiah untukku atau membayar makanan yang kami pesan walaupun aku sudah seringkali menolak kelakuan seperti itu. Hal seperti itu justru membuatku semakin minder. Namun sisi baiknya, entah mengapa wanita lebih senang dekat denganku dibanding Dongwoon, kata mereka aku dewasa. Aku dan Dongwoon juga terkadang bertengkar jika wanita yang ia sukai ternyata lebih menyukaiku, atau ketika kami menyukai wanita yang sama dan ternyata wanita tersebut lebih memilihku.

“Banyak alasan kau.” Aku tidak mau kalah.

“Aku tidak beralasan, aku memang tidak pengecut. Aku juga yakin kalu Eunji tahu soal ini kau pasti akan ditinggalkannya.”

“Itu jelas, bodoh! Tapi itu kan beda kasus.”

“Kalau begitu, kau berani menceritakan ini di weibo?” Tiba-tiba Dongwoon mengeluarkan ide yang terdengar cukup gila.

Merasa tertantang, aku mengeluarkan ponselku dan mengetik beberapa baris kalimat. “Just get a kissed from my senior, she’s said I’m a good kisser hehehe :p” Dongwoon merasa puas.

Kemudian kami menghabiskan sisa malam di balkon dengan mengobrol berbagai macam topik, mulai masa kecil hingga berakhir membicarakan kegiatan kami di sekolah termasuk kelakuan guru-guru.

TING! Suara seperti bel keluar dari ponselku, sebuah komentar masuk membalas status weibo yang baru saja aku update.

“Sebaik apa?” komentarnya singkat.

***

            “APA DIA MEMINTA KAU MENJADI PACARNYA???” Dongwoon tampak tidak bisa menyembunyikan rasa terkejutnya. Seminggu semenjak aku mengobrol dengannya, kami semakin dekat. Kami belum pernah bertemu sekalipun, obrolan dan candaan kami lakukan melalui pesan singkat.

“Kau yakin? Kalau ternyata dia nenek-nenek bagaimana? Kau ‘kan belum pernah bertemu dengannya.” Kevin ikut berkomentar.

“Entahlah, aku hanya yakin dia tidak akan membohongiku. Lagipula dia juga sudah tahu keadaanku yang..”

“Keadaan yang bagaimana?” sela Dongwoon semakin penasaran.

“Yang sudah punya pacar.” Lanjutku.

“Kalau begitu aku yakin pasti dia bukan wanita baik-baik.” Kevin kembali bersuara. Sebuah asap berbentuk lingkaran keluar dari mulutnya.

“Apa bedanya dengan dia, dia juga pria tidak baik. Sudah punya pacar masih flirting dengan wanita lain.” Jari telunjuknya mengacung ke arahku. Aku terdiam. “Terima saja, lagipula dia sepertinya penasaran seberapa ahli kau dalam mencium seseorang.”

Apa yang dikatakan Dongwoon memang ada benarnya. Aku bukan pria baik, dia juga memintaku jadi pacarnya walaupun mengetahui aku sudah memiliki pacar. Dan yang paling utama, siapa yang tidak ingin mencicipi bibir tipis seperti miliknya. Aku dan Eunji pun sejauh ini hanya berpegangan tangan. Cukup aneh seorang Kim Joon hanya bisa berpegangan tangan dengan pacarnya. Begitulah menurut teman-temanku.

Sesampainya di rumah aku baru membalas pesan singkat yang dikirim oleh Bora. Aku setuju untuk menjadi pacarnya, selain itu aku juga mengajaknya untuk bertemu besok malam.

TING! Sebuah bunyi yang tak asing terdengar.

“Oppaya, sedang apa?” hanya Eunji yang memanggilku seperti itu.

“Sedang istirahat, aku baru saja sampai rumah. Ada apa?” balasku.

“Besok bisa menemaniku ke acara ulang tahun temanku?”

“Besok aku sudah ada janji dengan Dongwoon dan Kevin. Maaf sepertinya aku tidak bisa menemanimu. Tapi jika kau ingin menyusulku, kau bisa datang ke tempat biasa.” Aku menolak permintaan Eunji dengan halus. Aku tidak sepenuhnya berbohong, setiap malam Minggu aku memang berkumpul di kafe bersama Dongwoon dan Kevin tetapi untuk besok malam ada orang lain yang akan bergabung denganku. Eunji merupakan anak baik-baik, ia bahkan tidak begitu suka keluar malam, apalagi ke tempat dimana aku berkumpul yang penuh dengan asap rokok. Tak lama aku tertidur, bunyi balasan pesanku pun sudah tak kuhiraukan.

[1] “Tidak makan?”

[2] Sebutan kakak dari pria kepada wanita yang lebih tua

[3] Panggilan sayang

[4] Tindakan untuk menampilkan kelucuan

[5] Sebutan kakak dari wanita kepada pria yang lebih tua

[6] Raja

[7] “Saya, kenapa?”

[8] Kue tradisional Korea

[9] Baik-baik saja

[10] benarkah

Guy Like Me [PROLOG]

Mei, 2014

Hari yang ditunggu-tunggu akhirnya tiba. Aku mencoba mengeluarkan diriku dari selimut yang membungkusku dan langsung menuju ke kamar mandi. Ini hari besar dan aku tentu tidak boleh tampil biasa, walaupun sebenarnya mungkin tidak akan ada perbedaan penampilan antara hari ini atau hari-hari sebelumnya. Dengan handuk melilit di pinggang, aku menatap setelan kemeja putih lengkap beserta jas hitam yang akan kukenakan hari ini. Aku sudah biasa mengurus penampilanku sendiri sama seperti yang aku lakukan pagi hari ini.

“Ah!” Aku memegang kepalaku, entah mengapa tiba-tiba rasanya pandanganku berputar. Aku duduk sejenenak di kasur, masih belum juga menghilang, akhirnya aku merebahkan diriku di kasur berharap sakit kepalaku segera menghilang, mungkin karena seminggu ini jadwal tidurku tidak teratur. Sangat tidak teratur.

Hampir satu jam sakit kepalaku tidak juga hilang, akhirnya aku memaksakan diriku bangkit. Aku tidak boleh terlambat di hari besar seperti ini dan sakit kepala ini tidak boleh membatalkan acara hari ini. Aku mengambil kemeja yang tergantung, memakainya serta mengancingnya satu persatu. Jasnya aku bawa di lengan, rasanya aneh jika aku sudah memakai jas dari rumah jadi aku putuskan untuk memakainya di tempat acara berlangsung.

Congrats, hari yang ditunggu tiba! Siapin mental yah!” suara temanku diseberang sana tak lama setelah ponselku berdering. Aku tidak tahu apa maksudnya, menyemangati atau mengejekku. “Berisik! Kita bertemu di tempat ya!” Entah mengapa bibirku tetap tersenyum walaupun intonasi bicaraku terdengar marah. Aku melihat diriku di depan cermin, tersenyum, dan menyemangatiku bahwa hari ini akan berjalan dengan lancar.

Aku memarkirkan kendaraanku tak jauh dari gedung, Dongwoon dan Kevin, sahabatku juga sampai bersamaan. Aku mendatangi mereka terlebih dahulu agar bisa bersama memasuki gedung. Jantungku berdegup kencang sejak memasuki pelataran parkir.

“Mau kemana, Brother?” Dongwoon mulai menyindirku lagi, mungkin karena jarang sekali dia melihatku dengan setelan jas lengkap. Terakhir, mungkin ketika kami lulus SMA dahulu. Di depan gedung telah berdiri sebuah tenda besar menaungi kursi-kursi yang disusun berjajar rapi untuk para tamu. Di samping pintu masuk telah ada dua karangan bunga ucapan selamat atas berlangsungnya acara ini, dua meja juga ditempatkan sebelum pintu masuk dimana para tamu undangan akan menuliskan namanya. Semakin dekat dengan pintu masuk, perasaanku semakin campur aduk. Benarkah ini terjadi? Aku masih belum bisa percaya bahwa hari ini akhirnya tiba juga.

“Sebentar yah, mempelai wanita sedang berganti baju.” kata seorang penerima tamu yang membuat perasaanku makin tidak karuan.

Di dalam gedung sudah terdapat karpet yang ditata sebagai jalan yang mengantarkan ke kursi pelaminan. Kursi pelaminan masih kosong, namun beberapa tamu dan juga keluarga besar sudah berada di dalam gedung. Acara sebentar lagi akan dimulai, aku merapikan jasku segera bersiap-siap.

HAPPY 5TH ANNIVERSARY UKISS!!!

Selasa, 28 Agustus 2013         15.37 WIB

            Selamat sore atau mungkin selamat apapun hai kamu yang akan membaca tulisan ini hinga akhir. Nama aku Arya dan kamu bisa tau siapa aku dengan membaca info di facebook aku ini. Hehehe :p

            Sebenernya ini Cuma tulisan iseng yang mau dibuat terus dihapus lagi, istilah kerennya sih Cuma buat curhat. Cuma kayanya seru juga klo tulisan ini dipost buat tau apa ekspresi aku ketika baca lagi postingan ini di lain hari. Hahaha. Selain itu tujuan aku buat postingan ini adalah untuk merayakan 5 tahun debutnya UKISS. YEAY! #UKISS5thAnniversary !!! Jadi udah bisa diambil kesimpulan klo postingan ini berisi alasan dan semua macam unek-unek aku yang berhubungan sama UKISS.

            Let’s get started!!!

            Berawal di tahun 2009, bulan berapa dan tanggal berapanya gue lupa, yang jelas saat itu gue masih menjadi mahasiswa Hubungan Internasional di Universitas Padjadjaran (gak boleh protes di postingan gue :p). di pertengahan semester 1 gue akhirnya tersadar klo gue satu angkatan bahkan satu kelas ama temen (hmm, belom temen sih sebenernya, Cuma saling tahu keberadaan masing-masing aja) gue watu SMA. Nadiya. Dia merupakan aktor utama dari perkenalan gue di dunia yang lagi ngtren banget akhir-akhir ini, KPOP. Woohoo!!! Bahkan gue yakin banget yang baca ini sebagian besar adalah KPOP Lover, bener kan?

            Nadiya pada waktu itu menjadi satu-satunya orang yang berhasil ngajakin gue ngobrol panjang selain dalam hal kerja kelompok Pengantar Agama Islam. Mungkin gue dimasukin kelompoknya biar gampang juga ngobrolnya alias MODUS. Karena emang dasarnya gue introvert dan suuuuuuusssssssssaaaaaaaaahhhhhh banget temenan ama orang. Satu ketika setelah diskusi kelompok dianggap selesai, Nadiya memberanikan diri mengutarakan maksud hatinya ke gue.

            “Ya, loe masih suka ngedance kan?” Dan akhir-akhir ini gue akhirnya sadar bahwa itu adalah pertanyaan paling bodoh yang pernah dia ajukan. Kenapa? Karena gue emang dari jaman masih ingusan (walopun waktu gue masih ingusan gak blepotan seperti yang loe-loe semua bayangkan) udah suka banget ama dance. Gak bisa denger lagu dikit pasti badan mulai goyang. Bahkan klo lagi dihukum dikurung dan dikunci dikamar pun, klo ada lagu ya gue bakal goyang.

            “iya, masih kok. Kenapa?” jawab gue seeeeeeeeBIASA mungkin. Kenapa pake kapital? Karena kata Nadiya, gue waktu itu “SOK COOL”, nasib donk ya klo ternyata orang liat gue kaya begitu. Hahaha cukup narsisnya.

            “Jadi gini, gue tuh mau ngebentuk satu grup dance yang isinya cowok semua. Loe mau ikutan gak?”

            “Buat acara apaan?” jawab gue lagi dan masih seeeeeeeeeeeBIIIAAASSSSAAA mungkin.

            “Buat lomba modern dance gitu, bareng Adit. Loe tau Adit kan?” jelasnya lagi. Gue Cuma ngangguk karena Adit emang senior gue waktu SMA jadi jelas tau. “Jadi loe mau ikutan?

            “Boleh deh.” Tetep seBIASA MUNGKIN! Walopun sebenernya detik itu hati gue bikin pesta kembang api karena akhirnya gue bisa ngedance lagi. Cuma gak mungkin gue teriak-teriak soalnya imagenya udah keburu keliatan “SOK COOL”. Hahahah. Singkatnya, Nadiya nyuruh gue buat dateng latihan biar tau koreografi yang harus gue ikutin soalnya lombanya tinggal bentar lagi. Dan hari itu gue pulang dengan ceria walaupun ketika pergi gue menggerutu abis karena harus ke tempat jauh (baca: jatinangor) Cuma buat ngerjain tugas kelompok sedangkan rumah gue di Bandung.

            Singkatnya lagi, karena ada urusan (yang gak mungkin gue ceritain disini karena gak ada hubungannya ama Kpop) yang gak bisa ditinggalin, akhirnya gue batal datang ke latihan pertama. Gantinya adalah gue harus datang ke tempat kumpulnya Nadiya dan kawan-kawan.

            Hari yang ditunggu tiba, hari ini katanya mau dijelasin gitu projek yang mau dibentuk ama Nadiya. Dan sepertinya mulai hari itulah seorang Arya akan mulai ditipu. Gue nyusurin jalan sesuai yang dikasih tau ama Nadiya ampe akhirnya gue menemukan sebuah lintasan pesawat terbang. Yeph seriusan, rumah Nadiya emang ada di kawasan bandara husein dan persis di samping lintasan. Gue berhenti di depan rumah dengan cat kuning, pintu depannya terbuka dan terdengar tawa canda dari luar. Gue kasih tau Nadiya klo gue udah sampe depan rumahnya. Dan seorang manusia yang sudah gue hapal banget bentuknya muncul.

            “Gak susah kan nyari rumah gue?” ceritanya basa-basi kali yaa. Gue menggeleng walaupun sebenernya sempet kaget pas liat lintasan pesawat terbang depan rumahnya. Gue bareng Nadiya mulai masuk ke rumahnya, garasi, teras…deg-degan banget. Kaya mau ngapain gitu. Buka sepatu….ampe akhirnya gue masuk ke dalam rumahnya. Dan…………………….semua tawa canda yang gue denger dari luar mendadak hilang. Semua orang yang ada di dalem jadi ngeliat siapa makhluk yang nyasar ke koloni mereka. Berasa artis? Berasa malaikat? Gak sama sekali, gue merasa ditelanjangi dengan semua sorot mata yang mengarah ke gue saat itu.

            “Guys, kenalin. Ini Arya, temen gue di kampus.” Setelah Nadiya mulai bersuara, maka mulai bermunculanlah bisik-bisik antara makhluk yang lagi duduk berkumpul di ruang tamu Nadiya. Gue sendiri kemudian memperkenalkan diri, kemudian duduk manis. Memperhatikan kelompok apa ini sebenernya, hampir tidak ada cowok diruangan itu karena memang sebagian besar adalah cewek.

            “Jadi gini ya, kita ini komunitas pecinta Korea. Mulai dari musik, budaya, film, pokoknya semuanya deh. Kamu bisa nyebutnya NYE atau NY Entertainment, ini Yumi. Pendirinya bareng ama gue……………………………” well, next time gue ceritain sejarahnya NYE yaa :p atau klo mau tanya langsung bisa lewat twitternya di @NYEnt_official.

            Setelah ngejelasin ke gue nti dari NYE biar gak terlalu kaget mungkin karena pada saat itu wajah gue pucat pasi lebih-lebih dari orang yang gak sengaja masuk ke kamar mayat :p. akhirnya Nadiya ngejelasin ke gue soal projek dancenya.

            “gue mau bikin grup cover dance yang isinya cowok semua, karena di cover dance ini tuh belum ada grup dance yang isinya cowok semua.”

            “cover dance? (dalam hati: APA COVER DANCE? PERASAAN BILANGNYA MAU MODERN DANCE)” dengan intonasi sedikit kaget. Dan tetep dianggep SOK COOL. (nasib T.T).

            “iya, cover dance itu yang ngedancenya ngikutin artisnya. Jadi kita liat videonya dan Cuma ngikutin aja. Tapi karena artisnya sambil nyanyi, jadi ya harus ngikutin juga cara nyanyinya.”

           Otak gue berpikir keras mencoba menerima kenyataan bahwa gue ditipu oleh makhluk-makhluk di depan gue. Bukan karena gue gak mampu Cuma gue bener-bener belom tau apa itu cover dance, jadi lebih ke perasaan takut. Takut klo ge gak bisa dan gue ngecewain. Huft. Hari itu gue habiskan dengan melihat video-video artis korea, bahkan gue disuruh ngedance. Ceritanya buat audisi, Cuma gue tolak. Gue kan anaknya pemalu klo dilingkungan baru dan cenderung keliatan jutek, walopun aslinya gue adalah anak yang malu-maluin. Hahahaha

            Mari kita persingkat lagi, soalnya bisa jadi buku klo gak disingkat-singkat. Latihan pertama gue berlangsung dengan…..mari katakan dengan baik. Sesampainya di tempat latihan gue diperkenalkan dengan member-member lain di grup tersebut. Adit, yang merupakan senior gue di SMA. Ucaz, temen kampus Adit yang katanya gak bisa ngedance. Qcho, cowok yang awalnya gue kira cewek karena rambutnya yang sebahu. Terakhir Dan, temen Qicho yang masih pake putih abu. Setelah kumpul semua, ganti baju latihan, kami semua berkumpul dan kembali dijelaskan tujuan pembentukan grup, Cuma waktu itu, materi latihan pun ditunjukin satu-persatu.

            Video pertama, intro 2PM. Isinya 7 orang cowok kekar ngedance dan saling jungkir balik. Ya, bisalah gue pikir soalnya waktu di SMA gue sempet ikutan cheerleader. Video kedua adalah video dengan 7 orang yang sama, judul lagunya “Again and Again”. Gerakannya cukup mudah hanya ada beberapa paket gerakan yang cukup sulit pada waktu itu. Selanjutnya adalah video dari Super Junior-M dengan judul “Supergirl”, gerakannya mungkin bisalah yaa. Piir gue saat itu. Video terakhir dan yang paling bikin gue kaget adalah video dari 9 cewek pake celana warna-warni. Sebentar, ini gak salah kan ya? Otak gue nyoba buat mencari kebenaran. Video dari SNSD berjudul “Gee” jadi materi terakhir yang bakal dibawain. Ditempat latihan itupun ada satu grup cewek yang lagi latihan, gue berpikir, kenapa materi lagu cewek dikasih ke kita klo sebenernya NYE udah punya grup cewek?

            “kaget ya, Ya?” tanya Nadiya. Gue mengangguk. “dari awal sampe sekarang cover dance muncul, semua isinya cewek-cewek atau campur cewek cowok. Dan seperti yang gue pernah ceritain, walaupun materinya cowok tapi kebanyakan cewek-ceweknya yang ngedancenya karena mereka fans idol (sebutan buat artis korea) itu atau campur cewek cowok. Dan gue disini pengen bikin yang bener-bener coverin idolnya yaitu dengan bawain cowok bawain dance cowok juga.” Gue masih mencoba mengerti. “Dan kenapa ada lagu cewek untuk materi kalian adalah untuk hiburan penonton, kan seru dari asalnya cowok abis terus berubah jadi lucu-lucuan. Tenang aja, bawainnya tetep ala cowok kok bukan ngebanci.”

            Gue waktu SMA memang pernah ikut pom-pom boys juga, Cuma tetep aja, di modern dance diri gue menolak dan tidak pernah diberikan materi atau koreografi cewek. Ini penipuan, PENIPUAN!!! Sempet menyesali kenapa gue buru-buru terima tawaran Cuma karena biar gue bisa dance lagi. Karena gue udah berhenti dance semenjak kelas 3 SMA. Dan hari itu badan gue Cuma ngikutin koreografi sekenanya, walaupun member lain selain gue udah keliatan lebih lancar dari gue. Hari itu gue mencoba untuk menerima musik baru di hidup gue. Musik yang ternyata menemani gue sampai saat gue nulis postingan ini. J

            Karena gue punya basic modern dance, emang gak terlalu sulit buat gue ngikutin gerakannya. Beberapa kali gue minta ajarin Qcho disela-sela waktu istirahat atau ketika tempat latihan sedang digunakan oleh grup cewek-cewek. H-7 debut (beberapa istilah yang sering berhubungan denganKPOP mulai gue kenal. Debut, lipsync, fans, antifans, entertainment, MV, dan lain sebagainya) gue, semua persiapan makin dimantepin. Dari make up ampe kostum semua ada yang kerjain. Hal ini semata-mata agar performance kita mirip sama aslinya. Gue pun mulai sering lathan menghapal lyric dibagian gue harus menyanyi. Walaupun agak syok sama patungan yang harus dikeluarin buat performance ini, gue berusaha ikhlas demi pengalaman baru. Hari demi hari, makin sibuk, dan semakin melelahkan.

            D-DAY!!!

            Pagi itu gue masuk di suatu mall yang gue gak pernah datangin walau Cuma daerah luarnya. Lucky Square jadi tempat gue dan tim gue debut. Semua teriakan yang biasanya gue liat waktu orang-orang nonton konser WESTLIFE atau F4 di meteor garden bisa gue denger saat itu. Padahal mereka hanya melihat sebuah grup sedang menari atau diajak berbicara dengan MCnya. Teriakan yang menggema di satu mall tersebut bikin nyali gue ciut…BANGET! Apa-apaan ini? Bagaikan artis yang mau tampil di atas panggung, seperti itu pula NYE memperlakukan gue. Kostum gue siap pakai, make up siap pakai. Gue hanya tinggal duduk manis menunggu hasil make over dari tangan-tangan terampil yang tidak pernah gue kira sebelumnya. setelah kami semua siap kami berdoa. Berdoa demi kelancaran debut kami. Dan detik demi detik terasa lebih mendebarkan, grup wanita yang ada sudah perform terlebih dahulu. Kami turun dari ruang tunggu menggunakan eskalator dan teriakan beberapa orang kembali terdngar melihat kami turun.

            “Tenang, Ya. Ini belum seberapa. Loe bakal ngerti kenapa anak-anak NYE sempet bilang loe harus dilindungi.”

            NYE BOYS!

            Nama grup gue disebut. Satu persatu memasuki panggung dan iringan teriakan yang paling keras kembali menggema di gedung tersebut. Belum pernah gue ngedenger teriakan sekeras itu…..dan teriakan itu buat gue dan tim gue. Detak jantung gue terdengar sangat jelas walaupun teriakan masih belum berhenti. Dan lagu pun dimulai……

            “Keren.” “Great performance” dan pujian-pujian lain gue terima setelah perfomance gue, debut gue di cover dance. Tiba-tiba beberapa cewek mendatangi kami dan meminta foto. Tidak berani menolak, akhirnya gue berfoto dengan siapapun yang saat itu meminta. Dan Nadiya? Dia puas akan hasil karyanya.

            Pengumuman pemenang and guess what….NYE BOYS JUARA 1!

            Di debut kami kami berhasil meraih juara satu dan standing applause dari juri ketika kami selesai tampil tadi. Bahkan kami diminta untuk encore performance kami. What a great moment! THANKS GOD!

            Cukup prolognya, next time klo mood gue ceritain secara detail, syukur-syukur jadi buku. (ngarep abis) hahaha. Selama perjalanan NYE Boys-lah gue akhirnya diharuskan untuk lebih mengenal KOREA SELATAN, musiknya, dramanya, idolnya, bahkan akhirnya gue rasa gue jatuh cinta ama Korea Selatan karena gue belajar juga budaya dan bahasanya. Gue bahkan sempet dipercaya memegang sebuah acara radio khusus Jepang dan Korea. (Thanks to Annisa Rilia dan suaminya Julian J 너무 고마워 ㅅ.ㅅ) karena dia juga, gue bisa ketemu sama Super Junior, X-5, Girls Day, 2AM, dan masih banyak lagi. Bahkan gue selalu bersyukur karena menjadi kpop lover yang beruntung karena biasa ketemu idolnya gak lama setelah gue suka ama kpop. Karena harus membawakan acara radio gue harus belajar banyak tentang industri musik korea selatan. Dan mulai dari sinilah semua, atau setidaknya sebuah titik balik terjadi di hidup gue.

            Karena track record NYE Boys yang cukup baik hingga bisa masuk di 36 besar ajang Indonesia Mencari Bakat Trans TV permintaan untuk tampil di berbagai acara mulai bermunculan, baik di dalam maupun luar kota. Dan dalam menentukan performance seperti apa yang akan dibawakan, biasanya kami berkumpul untuk menentukan konsep perform kami. NYE Boys, Nadiya sebagai manager, Pipit sebagai make up artist dan Dhita sebagai Costume Designer kita. Semua mencurahkan ide masing-masing agar menghasilkan suatu performance yang berkualitas dan menghibur.

            Karena gue mulai memiliki banyak referensi tentu gue juga selalu ambil suara untuk menentukan idol mana yang oke untuk dibawakan performancenya. Secara random karena gue lupa kapan aja hal ini terjadi gue bak ceritain 5 idol yang gak akan pernah gue lupain, 5 idol yang bikin gue bertanya-tanya kenapa, 5 idol yang bikin semua orang berpikir bahwa gue orang paling egois sedunia (hingga akhirnya gue mengakuinya), dan 5 idol yang bikin gue akhirnya meneruskan kurva yang tadinya berhenti di titik terendah. Sekali lagi ini secara random urutannya karena gue lupa kapan gue ngusulin lagu dibawah ini dan untuk perform dimananya.

  1. BIGBANG dengan LAST FAREWELL (http://www.youtube.com/watch?v=PQ3gphHww1Q)

Gue emang awalnya gak suka style mereka, masih aneh banget buat gue. Lah dulu aja gue gak ngerti ngapain orang-orang pada jadi tokoh kartun :p hahaha. Gue usulin buat bawain lagu ini karena lagunya oke punya, beatnya oke dan gerakannya oke. Apalagi pada saat itu gue tau banget fansnya banyak banget. Jadi pasti bakal happy bareng-bareng, bisa nyanyi bareng-bareng juga kan. Di bayangan gue, kayanya bakal seru klo NYE Boys bisa bawain lagu ini. Cuma dengan keputusan dari Adit, Nadiya dan Yumi yang notabene udah mengenal dunia kpop lebih dulu daripada gue. Akhirnya lagu ini fix gak masuk list dalam materi cover. Untuk sementara saja mungkin, walaupun hingga detik ini, hingga gue ngetik bagian ini. Gue sama sekali gak bisa gerakannya sama sekali. Sorry VIP.

 

  1. MBLAQ dengan Oh Yeah (http://www.youtube.com/watch?v=STzGgHiag_0)

Suatu ketika disaat kami mulai bosan dengan materi yang sudah pernah dibawakan, kami memulai rutinitas biasa. Berkumpul untuk membicarakan lagu apa yang akan kami bawakan. Gue emang orangnya gak pantang nyerah, klo usulan ditolak, ya usul lagi aja. Gitu aja ko repot. Kali ini gue ngusulin lagu dari MBLAQ, menurut gue koreografi di intro lagu ini keren banget. Klo pake bahasa sekarang gue bisa tulis “krenz beudh”. Well, ide gue ini ditolak kembali. “gak deh, gerakannya geli” itu komentar Adit saat itu. Hmm, maksud gue intronya aja yang dibawain. Cuma, karena saya member yang mengharai keputusan leader akhirnya lagu ini tidak dibawakan oleh NYE Boys. So sorry, A+.

 

  1. UKISS dengan ManManHani (http://www.youtube.com/watch?v=zx8xNJ5Ow-w)

Masalah yang sama muncul, kami biasanya mentok di opening koreo alias intro. Materi inti yang biasa kita bawakan biasanya gak jauh dari idol-idol yang saat itu dianggap paling terkenal, ehem..DBSK, Super Junior, SHINee dan 2PM. Jika sebelumnya gue mengusulkan lagu-lagu yang gue udah pernah liat MVnya, untuk yang kali ini gue tau UKISS karena gue pernah nonton Music Bank full show dan gue liat performance mereka tanpa tau nama grup maupun judul lagunya. Suatu ketika pada saat istirahat latihan, gue ngusulin ke anak-anak NYE Boys buat nyisipin gerakan intro ManManHaNi. Well, karena gue nyisipin link MVnya jadi buat tau koreografi masing-masing idol, cari tau sendiri aja ya :p. Buat yang udah tau, pasti dan semoga ngerti kenapa gue ngusulin koreo tersebut. Buat grup cover dance yang isinya cowok semua, gerakan awal ManManhani gue rasa cocok banget opening, ekspresi yang sombong bikin kharisma mereka keliatan keren abis. Lagunya juga nantangin abis, apalagi setelah gue cari tau artinya gerakan itu kan maksudnya nanya (klo bahasa kasarnya sih) “emang gue semurahan itu?”. Kurang keren apa? Koreografinya juga gak susah kok. Tapi kembali lagi dan bisa tertebak bukan? NYE Boys kembali tidak membawakan lagu tersebut. Gue belum bilang alasannya ya? Alasannya karena keputusan leader. “Gak deh. Gak tau ya, klo gue sih, klo idol itu gak masuk ke otak gue berarti idol itu jelek.” Intonasi datar, gak pake sok cool, tapi itu adalah kalimat yang bikin gue paling sakit hati. Diputusin cewek? bodo amat. Diusir dari rumah? Biasa aja. Tapi ini….beberapa orang mungkin berpikir “ah loe ngebias kali!” belum, waktu itu gue belum ngebias sama sekali. Gue liat performance mereka aja aja baru 2 kali. Pertama gue sendiri, kedua pas gue ajuin ke anak-anak. Tapi sakit hatinya…bray! that’s hurt! So much! Tapi gue masih mencoba berbesar hati mungkin memang idol-idol SMEnt (pas udah gue tau nama entertainmentnya) paling bagus, Adit ngebias DBSK, sedangkan Nadiya ngebias Super Junior. Gue? Sekali lagi, karena gue diharuskan mempelajari semua idol (DAN GUE MENIKMATINYA) jadi gue pasti punya bias di setiap grup. Walaupun pada saat itu gue suka banget ama Kyuhyun Super Junior. Jadi ampe sekarang gue gak tau kenapa bisa sakit hati karena statement tadi. Kiss Me, what do you think?

 

  1. X5 dengan Don’t Put An Act (http://www.youtube.com/watch?v=G0X8cAlS5M0)

Grup ini gue temuin secara langsung gak lama setelah gue nonton MVnya mereka. Bersyukur banget ama Tuhan dan juga ama Nisa noona yang udah nugasin gue ngeliput mereka. Hingga akhirnya gue mencoba melupakan sakit hati gue dan mencoba mengusulkannya lagi ke NYE Boys. Gue lupa alasan X5 ditolak, yang jelas NYE Boys gak pernah bawain lagu ini. Tapi gue bersyukur karena akhirnya gue dapet solo stage buat coverin lagu ini. Cukup. Gue gak butuh lagi maksa-maksa orang untuk bawain apa yang gue pikir keren buat dibawain.

 

  1. INFINITE dengan BEFORE THE DOWN (http://www.youtube.com/watch?v=JvNUilVWFDs)

Pemikiran gue gak bertahan bray! Gue tau sih infinite gak debut pake lagu ini Cuma ini lagu yang menurut gue bikin Infinite bisa dikenal lebih jauh oleh industri musik korea. Kenapa? Menurut gue mereka adalah boygrup pertama yang gue liat tanpa cacat. Maksudnya? Coba loe liat dance version lagu ini, gue kagum ama koreografi dan performance mereka. Istilah kerennya mah, detail gerakan mereka sama, sampe sendi-sendi buat gerak aja sama. Timing. SEMUANYA!!!!! SEMUANYA KEREN SEMUANYA SEMPURNA! Lagu? Gak usah ditanya, lagunya oke punya. Dan akhirnya gue mencoba sedikit memaksakan untuk bawain ini ke NYE Boys. Loe bisa bayangin loe lagi terbang tinggi di awan? Terus loe jatuh! Rasanya? Sama banget kaya waktu lagu ini akhirnya ditolak buat dibawain. Salah satu alasannya adalah susah klo bawain lagu ini dengan member yang Cuma berempat. Walaupun pada kenyataannya kita pernah ngekompress suju dari 13 jadi 4 orang. Dan satu lagi, setelah keputusan dari leader utnuk menolak. Pada suatu kesempatan untuk perform, Adit mengusulkan untuk membawakan lagu Be Mine. Tadi abis jatuh dari langit, belum sempet bangun loe udah ditenggelemin? Rasanya? Silahkan pikirkan sendiri. So, I’m sorry, Inspirit.

            Kayanya gue harus menyelesaikan apa yang gue mulai. 5 kejadian di atas udah cukup bikin gue kapok buat ngusulin apa-apa buat performance NYE Boys. Cukup sudah sakit hatinya. Ya walaupun kadang-kadang gue masih ngebandel karena masih bisa bersuara buat ngasihin ide.. apalagi klo udah dipaksa. Gue lupa kapan jelasnya, yang pasti makin lama karakter tiap member mulai kuat satu sama lain dan gue menyadari bahwa gue gak akan pernah bisa bisa ngalahin keputusannya.

            NY Entertainment dibentuk bukan Cuma buat talent-talent yang pengen dance atau nyanyi doank. Disini pada dasarnya berkumpul semua pecinta kpop dengan berbagai karakter. Dan sekali lagi gue lupa kapan waktu tepatnya, ditengah-tengah keterpurukan gue karena semua ide gue selalu ditolak. Baik dari segi konsep, lagu, outfit dan lain sebagainya. Gue akrab ama Mimet, salah satu member NYE juga yang ngebias ama UKISS. Dan karena gue pada dasarnya selalu ingin tahu, akhirnya satu ketika gue “ngerampok” (istilah tukeran data di antara kpop lover) satu folder UKISS yang sizenya gede banget! Semua MV dan variety show ada. Gue inget banget waktu itu masih jamannya UKISS di 0330. Satu yang harus gue tekankan adalah jangan pertanyakan awal gue suka UKISS karena gue gak akan bisa jawab itu. Tapi yang jelas setelah gue ngikutin 0330, ada satu rasa penasaran yang sangat tinggi. Dan klo boleh jujur, sisi lain gue berkata bahwa ini bakalan “loe banget”.

            Semua yang tau UKISS kala itu udah ngomongin member barunya, karena ternyata UKISS sempet kehilangan 2 member dan 0330 adalah awal UKISS yang baru dengan kedua member barunya. Buat gue, mereka semua terlihat sama. Gue mulai backtrack track record UKISS mulai dari 0330 ke belakang. Belum jauh karena gue masih mengimbangi dengan keingintahuan gue dengan hampir semua yang terjadi di industri musik korea. Siapa yang comeback, siapa yang baru debut, siapa yang goodbye stage dan lain sebagainya. Kadang gue juga kesel sendiri, waktu gue suka X5 anak-anak NYE kebanyakan masih belum tau siapa mereka. Ketika gue udah ngerasa cukup tau dan mulai mencari tahu hal lainnya, pada saat itu BOYFRIEND baru akan debut, gue juga mencoba ngasih tau anak-anak NYE tapi anak-anak lagi kesengsem ama X5. Dan itu sering banget kejadian. Kadang gue bersyukur, gue lebih duluan tau dari orang kebanyakan karena hal tersebut berguna banget buat gue pas siaran. Cuma kadang gue ngerasa klo gue jadi gak punya temen buat sharing. Kebanyakan anak-anak pada saat itu (dan hal tersebut masih berlaku ampe sekarang bahkan diluar NYE) adalah kebanyakan orang hanya peduli dan cenderung mendewakan satu idol favoritnya. Sisanya Cuma idol yang ikut-ikutan. Semua yang dilakukan idolnya pasti baik. Selalu baik. Mereka tau ada idol lain, mereka ngebias, cuma, ya hanya sampai titik itu saja. Dan gue gak bisa sharing dengan orang-orang seperti itu.

            UKISS is back with NEVERLAND! Comeback stagenya UKISS kali ini cukup menyedot perhatian. Bahkan nadiya dan cewek-cewek lain di NYE yang jarang banget ngomongin UKISS mulai ngomongin Neverland. Lagunya, koreografinya, dan hal yang paling umum…kegantengan membernya. Neverland jugalah yang bikin gue untuk pertama kalinya berani bikin gue ngeluarin seratus ribu lebih Cuma untuk beli albumnya. Hal yang biasa buat Kpop Lover sebenernya, tapi gak buat gue. Patungan kostum 50 rebu aja gue mikir seribu kali. Apalagi ini yang ampe sekarang pun albumnya Cuma gue buka 2 kali tanpa pernah nyoba muter CDnya di player.

            Mimet, walaupun pada saat itu masih sibuk dengan Yesung di Super Junior. Dia merupakan satu-satunya orang yang bisa gue ajak spamming bareng UKISS ampe hal yang paling kecil. Dia juga ampe sekarang jadi pemasok buat data-data yang berhubungan ama UKISS. Video, variety show, dan fancam khususnya. Dari situlah gue mulai bener-bener ngikutin UKISS. Gue hapal tangal lahir UKISS dari yang paling tua sampe yang paling muda. Padahal sebelumnya ulang tahun orang-orang terdeket aja gue gak pernah bisa inget. Gue ngerasa UKISS udah ngasih gue motivasi secara tidak langsung.

            Tau kenapa gue bisa bilang gitu? Di pertengahan 2010, untuk kedua kalinya gue memutuskan untuk ikutan SNMPTN. Gue pengen pindah kuliah ke jurusan yang baru. Biar gak perlu bolak-balik ke jatinangor, setidaknya gue bisa masuk kampus yang jaraknya gak terlalu jauh. Jarak yang terlalu jauh bikin gue cape dijalan dan berujung gak fokus di kelas. Dan ketika gue di terima di Manajemen Unpad. Gue menjelaskan hal yang sama ke orang tua gue. Jelas orang tua gue ngamuk karena dianggap udah ngehambur-hamburin uang. Dan amukan orang tua gue, tepat setelah gue selesai perform bareng NYE Boys. Sedih? Iya. Nangis? Jelas. Nadiya bahkan tau keterpurukan gue saat itu. Thank Nad. Walaupun ujung-ujungnya gue memilih untuk nangis sendiri dibandingkan nangis dibahu Nadiya yang udah menawarkan dengan sukarela. Orang tua gue Cuma tau klo gue cape bolak-balik jatinangor-bandung setiap hari, namun jauh di dalem sana ada satu alesan yang gak mungkin pernah gue jelasin ke orang tua gue. Di jatinangor, gue gak bisa bersosialisasi. Gue gak punya temen. Salah loe! Emang, gue terlalu takut buat say hi ke orang. Di saat keadaan gue yang kaya begitu, UKISS selalu datang ke pikiran gue. Mengingatkan kembali klo setiap orang pasti pernah dalam kondisi terlemah. Asal  kita tidak pernah mau menyerah, kita pasti bisa tetep maju.

            Masa-masa awal di Manajemen UNPAD juga gak semudah yang dibayangkan, walaupun gue ngerasa gue bisa lebih bersosialisasi dibanding di kampus terdahulu. Bahkan temen gue dari awal masih bareng ama gue. Thanks to BERLIMA. (gue gak pernah baca novel 5cm ampe akhirnya nonton filmnya dan ternyata nama genk gue samaan hahahaha). Inget klo diawal gue bilang NYE Boys pernah masuk Indonesia Mencari Bakat? Sesuatu yang wah banget untuk ukuran cover dance yang seumur jagung apalagi membawakan hallyu wave yang pada saat itu di TV saja tidak pernah diputar lagu-lagunya. Pasti semua orang merasa aneh. Dan pro kontra juga gak lepas dari kelakuan NYE Boys yang berani bawain cover dance di stasiun TV dengan skala nasional. Efek lainnya adalah IPK gue. Saat itu gue masih semester 1 di manajemen dan gara-gara kegiatan IMB, gue berkali-kali harus gak kuliah dan akhirnya gak bisa ikutan UAS. Ipk gue? 1, sekian. Di mana anak-anak baru lagi berlomba mendapatkan IPK sebesar-besarnya, gue kembali dijatuhkan oleh kenyataan bahwa pendidikan gue diujung tanduk, klo aja semester depan IPK gue gak naik, kata DROP OUT bakal gue terima di surat dari kampus. Gue bersyukur NYE Boys masuk IMB, permintaan kita perform membludak, gue bisa ke Palembang, Solo, Malang dan Jakarta jelas gak usah ditanya. Cuma klo gue inget IPK, gue tertunduk. Gue bukan orang yang biasa share apa-apa, bahkan ama orang tua sendiri. Walaupun orang tua nanya gue kenapa gue Cuma bisa bilang “gak apa-apa” dengan ketus terutama ke nyokap gue. I’m so sorry, Mom T.T . gue lebih hobi nyimpen masalah yang terjadi di hidup gue sendiri, dan pada satu moment gue bisa nangis sesenggukan tanpa gue tau kenapa. Aneh banget ya? Hahahaha. Klo gue sedih, gue nonton variety show UKISS, dan bisa ketawa lagi. Melupakan sebagian masalah-masalah gue karena ngeliat kebodohan-kebodohan mereka.

            Masih belum cukup juga alesan gue kenapa gue suka UKISS? Sekarang kita liat dari sisi yang sama, sebagai entertainer. Walaupun gue gak nyanyi kaya mereka, tapi gue banyak belajar dari mereka. Bersyukur banget ngikutin variety shownya mereka (diluar itu scripted atau gak). Gue banyak belajar gimana caranya satu tim seharusnya berjalan. Well, klo misalnya ada orang yang bilang semua yang mereka lakuin itu scripted, kehidupan twitter mereka juga gue liat kok. So? Iya jadi, semenjak gue belajar kehidupan Kpop Idol itu gimana, apalagi gue juga sempet ngerasain dormitory bareng satu tim itu gimana, gue rasa. Gue dan temen-temen gue masih jauh dari kata 1 tim. Gue gak ngerasain tugas leader sesungguhnya, gue gak ngerasain sense of belonging from each other, gue gak ngerasain support yang berasal dari sesama tim dan masih banyak kekurangan lainnya dari tim gue. Kadang diri gue sendiri aja ngerasa gak berguna kok ada di tim, Adit orang kenal sebagai leader, Ucaz orang kenal sebagai mood maker, Qicho dikenal sebagai dancing machinenya karena dia paling cepet bisa koreogarfi satu idol, dan terakhir Magnae atau yang paling bungsu yang dipegang ama Dan. Lah gue? Mau apaaan, vokal? Bray! tim gue cover dance bukan idol group, kita tuh pura-pura nyanyi alias lipsync. Ha ha ha. Dan kekurangan kita yang selalu dianggep sebagai masalh paling besar adalah masalah komunikasi. Alasannya, karena kita semua cowok. Hmm, *inhale exhale*

            Gak perlu jauh-jauh deh, gue selalu sirik ama tim dari satu rumah gue. AFFAIRS. Tim ini emang bentukan gue, beberapa pola pikirnya juga kayanya turunan dari gue.hahaha. dan mereka gue liat sempurna sebagai tim. Affairs emang grup cewek, dan klo kalian semua mikir karena cewek lebih gampang berkomunikasi, gue tetep sirik kok ama grup cowok yang masih satu rumah ama tim gue. Backhand. Alasan yang sama, gue ngeliat dua tim itu sempurna. Sempurna disini adalah mereka bisa menyembunyikan masalah yang terjadi diantara mereka khusus untuk mereka. Sense of belonging mereka juga tinggi antara satu member dengan member lainnya. Tim gue? Cuma sekedar ucapan saja. Kadang gue berpikir karena umur dari member tim gue memang sudah waktunya balik ke kehidupan nyata. Gue gak mungkin jadi cover dance terus-terusan, berbeda dengan idolnya yang memang sudah menjadi pekerjaannya. Buat gue, itu Cuma sekedar hobi. Walaupun sekarang-sekarang banyak banget grup-grup yang jadiin cover dance sebagai pekerjaan karena bisa ngehasilin uang.

            Di waktu kaya sekarang inilah gue makin suka ama UKISS, mereka selalu berjuang untuk bisa dan tetap diterima oleh pecinta musik korea selatan. Gue akuin, UKISS emang kurang diminati di negara asalnya, tapi gue boleh berbangga hati karena mereka dicintai dengat sangat diluar negaranya. Di Jepang, Amerika Latin, pokoknya selain Korea Selatan. Prestasi-prestasi UKISS juga yang entah sejak kapan bikin satu sisi gue makin jahat, karena secara gak langsung gue selalu bandingin prestasi UKISS dengan DBSK, khusunya di Jepang. Kenapa ama DBSK? Karena DBSK merupakan idol dewa buat Adit. Dan itu punya pengaruh yang lumayan besar, gue secara gak langsung pasti gak suka apa yang Adit suka, dari BAP ampe EXO. Bukan antifans, gue tetep ngikutin perkembangan mereka, Cuma gue gak mau nunjukin klo gue tau informasi tentang grup-grup tersebut.

            Oke cukup, disini gue bukan mau jelek-jelekin orang, walaupun sebenernya masih banyak cerita yang mau gue share. Hahahaha. Balik lagi ke UKISS, di UKISS gue suka banget ama Kiseop. Kenapa Kiseop? Well, he’s adorkable yet fantastic! Tau donk kisah hidup dia, audisi berkali-kali ampe mau bunuh diri dan demi mimpinya dia gak nyerah dan berhasil gabung di UKISS. Mungkin beberapa orang akan berpendapat “tapi UKISSnya juga gak terkenal”! eits, that’s not the point guys. Poinnya adalah di usaha pantang menyerah. Selain itu dukungan dari lingkungan sekitar. Loe harus liat sendiri yang namany saling dukung, bukan saling khianatin (tanggung jelek-jelekin, tanggung semua orang ngelemparin gue LoL).

            Sebenernya masih banyak yang pengen gue share dari dulu, Cuma ternyata gue gak sadar tulisan ini udah panjang banget. Mungkin gue bakal share sesuatu yang lain klo ada kesempatan. Gue mau terima kasih ama sobat gue @Dhitanya dan @PietzChou yang selalu ada pas gue lagi ngedown banget. Buat @nadiyaarifin yang rumahnya sempet mau gue datengin pas gue lagi bener-bener ngerasa down ditengah jalan pulang. Semoga kalian tetep ada buat support gue yaa :D.

            Dan buat temen-temen cover dance, yang sekarang lagi menikmati masa asik-asiknya ngedance dan mendapatkan teriakan dari penonton, lain kali gue share lebih dalem kehidupan gue selama jadi cover dance. Sekarang? Kayanya sekarang udah waktunya gue balik ke dunia nyata, umur aja udah gak pantes kayanya buat ngedance gitu. Hahaha. Walopun dalam hati tetep ngarep semoga masih dikasih kesempatan untuk comebackstage, eh bukan, kesempatan untuk ngedance di atas panggung. Hahahaha

            Good luck for everyone!

            Especially for our lovely AFFAIRS, BACKHAND, ANONYMOUS, YY, AURORA, TRIXIE and the others project group. Semoga ngedance tetep jadi hobi kalian, bukan PEKERJAAN.

            Dan tentu saja rasa terima kasih yang sangat besar untuk AHN dan semua admin @KISSmeINDONESIA yang udah bikin gue terlibat di UKISS FAN PARTY in INDONESIA. Gue bisa ketemu motivasi dan inspirasi gue secara langsung, ngobrol ama mereka, seru-seruan bareng ama mereka di atas panggung. TERIMA KASIH BANYAK!

            Terakhir untuk DYNAMITE, penutup dari perjalanan panjang gue menjadi seorang cover dance. Karena kalian gue bisa bawain koreografi UKISS di atas panggung dan langsung di ajang bergengsi. Thank you Adhan, Ucaz, Toink, Alan juga Hida. Sekali lagi terima kasih. Hutang banyak banget ama kalian ^^

            Terima kasih banyak dan maaf yang sebesar-besarnya.

From PROUD KISS ME

 

#UKISS5thAnniversary

NYE Boys is on …

Tambahan buat yang sudah meluangkan waktu membaca :

  1. Sebelumnya kami meminta maaf jika dengan ditulisnya rtikel ini ada pihak yang tersinggung dan atau sebagainya. Dan beberapa diantara kalian mungkin (mungkin loh ya J) ada yang tidak percaya dengan apa yang gw tulis karena tidak ada bukti yang mendukung (terutama foto bareng idol). Tapi percayalah, artikel yang gw tulis disini tidak ada yang gw lebih-lebihkan bahkan banyak yang gw gak ceritain. Jadi semua itu kembali ke kalian semua yang sudah membaca karena “happiness can you share but only you can feel it”.
  2. Cerita NYE Boys di Kpop World Festival 2011 versi lebih panjang dan juga petualangan NYE Boys di Korea termasuk “Lost In Seoul” bisa temen-temen baca di blog aku di www.shoutaforarya.wordpress.com
  3. Temen-temen juga bisa follow twitter anak-anak NYE Boys (@NYE_Adith , @aerof777 , @Look_Cazy , @Park_KiHyuk , @Dan0424) dan NY Entertainment (@NYEnt_official) atau subscribe Youtube channel kita di nyentofficial.
  4. Beberapa foto yang ditampilkan bukan semuanya berasal dari kamera gw, jadi ada beberapa di antaranya gw ambil dari :
  • www.sachoom.com
  • Korea Cultural Center Indonesia archives
  • Dan semua sumber yang gak mungkin gw sebutin satu-satu
  1. Yang namanya acara di Korea, pasti banyak kamera dimana-mana, mulai dari dokumentasi dengan muka paling gak banget sampe yang paling ganteng (narsis dikit :p), jadi di bawah ini ada beberapa link di mana muka-muka culun dan cupu NYE Boys muncul :

1. [Pic/NewsPhoto] 111206 Boyfriend – with SISTAR, K.Will and finalist contestants of K-Pop World Festival 2011 contest

http://weloveboyfriend.wordpress.com/2011/12/07/picnewsphoto-111206-boyfriend-newsis-photo-at-starship-entertainment-with-k-will-sistar/#more-5863

 

2. K-pop World Festival 2011 takes off in Changwon

http://www.hancinema.net/k-pop-world-festival-2011-takes-off-in-changwon–36124.html

 

3. A group “NYE Boys” from Indonesia dancing SHINee’s Lucifer in KPOP World Festival 2011 cc: @KCC_Indonesia dan judul lain –> Contestants from Indonesia : K-pop World Festival 2011 cc youtube: Gatewaytokorea

http://www.youtube.com/watch?v=4iJAHHMWOBc&feature=youtu.be

 

4. Kazak, Philippines teams bag grand prize at K-pop festival

cc: @brandnewkorea

http://www.koreaherald.com/entertainment/Detail.jsp?newsMLId=20111208000187

 

5. NYE BOYS performance in KPOP World Festival

cc: KCC_Indonesia & Korean Cultural Center Indonesia (FB)

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=305772319457595&set=a.305770832791077.77769.199223706779124&type=3

 

6. Indonesia’s representative in KPOP World Festival, Patricia Agustin & NYE Boys at Starship Entertainment

cc: KCC_Indonesia & Korean Cultural Center Indonesia (FB)

http://www.facebook.com/photo.php?fbid=305771382791022&set=a.305770832791077.77769.199223706779124&type=3&permPage=1

 

7. KPOP K-POP WORLD FESTIVAL(Website Address) – KTV NEWS

cc youtube: psbpns

http://www.youtube.com/watch?v=mHMuzsCs9S4

 

8. K- POP WORLD FESTIVAL 2011 창원서 개최

cc youtube: TheChangwonCity

http://www.youtube.com/watch?v=uBoygeatM00

 

9. 111212 K-POP world festival in Korea

cc youtube: koreatubes

http://www.youtube.com/watch?v=vHWlDCBMg4M&feature=youtu.be

 

10. KPOP World Festival 2011 on Wall Street Journal. Our contestant, NYE Boys is being interviewed

cc: @KCC_Indonesia

http://online.wsj.com/video/korean-pop-goes-global/3048EE1C-2047-4C82-9A2F-D2E3B899057A.html

 

11. K-POP 월드페스티벌’ NYE Boys, 男시스타로 ‘열광의 도가니

cc: @_TV_entertain

http://media.daum.net/entertain/enews/view?cateid=1032&newsid=20111222004407169&p=tvreport

 

12. K-Pop World Festival 2011 takes off in Changwon

http://korea.net/news.do?mode=detail&guid=60084

 

13. NYE BOYS, FINALIST of KPOP World Festival 2011

http://www.youtube.com/watch?v=Hg68OFEYPE8&feature=share

 

14. KPOP K-POP WORLD FESTIVAL 2011.12.07 START ( Kor ver.)

cc youtube: psbpns

http://www.youtube.com/watch?v=Q4oilCY2q-4&feature=related

 

15. 인도네시아의 샤이니

http://news.nate.com/view/20111208n00335

 

16. K-pop World Festival a Big Success

http://busanhaps.com/article/k-pop-world-festival-big-success

 

17. Winners of the K-Pop World Festival 2011

http://en.korea.com/blog/handb/travel-leisure/winners-of-the-k-pop-world-festival-2011/

 

Terakhir, gw Arya R. Pratama, mewakili semua member NYE Boys dan juga NY Entertainment mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada semua yang telah mendukung dan mendoakan kami hingga kami mencapai titik ini. Semoga kami bisa menjadi lebih baik lagi dan tetap menjadi NYE Boys yang kalian kenal. Don’t stop dreaming and always remember that cover dance is not PLAGIARISM. Terima Kasih. 너무 감사합니다.

NYE Boys on Kpop World Festival (AsianLook Magz. version)

                   5 Desember 2011

                   Alhamdulillah, NYE Boys sampe di Incheon International Airport dengan selamat sentosa jam 08.55 A.M waktu setempat. Dengan semua bawaan, kami semua dijemput panitia dari Kpop World Festival 2011 dan sebelumnya ternyata sudah datang peserta dari Prancis, Kimi, yang menjadi teman pertama kami di Korea. Keluar dari lobi kedatangan internasional, kami disambut suhu yang persis sama seperti yang dibertahu di pesawat sebelumnya, 0°. Masih terlalu cepat rasanya merasakan suhu di mana air seharusnya sudah membeku, dengan setelan ‘Indonesia’ which is Cuma berkaos tipis dan kardigan yang gak kalah tipis (Arya’s style :p), kami semua buru-buru membereskan barang di bagasi lalu kembali meluncur menuju Yeoido Tourist Hotel, di sekitaran Yeoido, Seoul.

                   Sesampainya di Yeoido Tourist Hotel, kami dan juga peserta lainnya dibagikan sebuah jaket oranye dan sweater putih sebagai tanda bagian dari acara Kpop World Festival 2011. Selanjutnya kami dipersilahkan untuk beristirahat hingga nanti waktunya makan malam yang dilanjutkan dengan babak semi final di gedung KBS yang terletak tidak jauh dari hotel tempat kami tinggal.

                   Masih sedikit jetlag, akhirnya giliran kami untuk tampil tiba. Sebenarnya konsep semi final di sini lebih terkesan untuk melihat apakah performance yang dibawakan di stage nanti “layak” atau tidak. Karena pada saat itu, semua peserta perform dengan baju yang mereka pakai saat itu, bukan dengan kostum untuk acara nanti. Selain itu, babak semi final lebih ke acara melatih setiap peserta “sadar kamera” dan penguasaan panggung.

                   6 Desember 2011

                   Selesai sarapan semua peserta mengemasi barang-barang dan bersiap check-out dari Yeoido Tourist Hotel. Namun kegiatan kami hari itu tidak langsung menuju Changwon, tetapi seharian di Starship Entertainment … sekali lagi STARSHIP ENTERTAINMENT !!!! siapa yang gak tau K.Will, Sistar, atau Boyfriend? Dan kami semua akan bertemu mereka dalam hitungan menit.

                   Sedikit touring di kantor Starship Entertainment, akhirnya kami dikumpulkan di tempat latihan mereka yang biasa kita lihat di video dance version Sistar ataupun Boyfriend. Sedikit pengarahan tentang acara hari itu, akhirnya kami semua kembali seru-seruan dengan menampilkan performance kami masing-masing dihadapan teman-teman kami sesama peserta.

                   Hal yang paling gak bisa dilupain secara pribadi adalah ketika saat gw kebelet dan harus ke toilet. Akhirnya gw minta izin untuk keluar di luar ruangan, yang mengejutkan adalah ketika mau keluar dari kantornya, rombongan Starship Planet berdatangan mulai dari K.will, Sistar hingga Boyfriend. Dan gw hanya terpaku di samping pintu menunggu mereka semua masuk kantor sambil bertukar sapa dan membungkuk mengucapkan “Annyeong Haseyo”. “Wow !!! I’m the first person who met them!!” Ya.. boleh donk sedikit bangga dan norak karena diantara semua peserta gw jadi orang pertama yang melakukan eye contact dan bertukar sapa. Selesai dari toilet dan menuju kembali ke ruang latihan, Starship Planet sedang bergantian mengintip kegiatan apa yang terjadi di ruang latihan mereka dan hal itu tentu menghalangi jalan gw masuk. Entah berapa kali gw mengucapkan “Silye Hamnida” untuk izin lewat hingga akhirnya riuh teriakan muncul ketika gw buka pintu latihan dan semua peserta melihat Starship Planet sudah ada di belakang gw.

                   Acara hari itu sangat sangat sangat ……. sangat menyenangkan. Kapan lagi sih bisa becanda bareng, ngobrol bareng, bahkan konsultasi langsung bareng idol yang kita suka. Gak ada jarak buat kita ngobrol bareng mereka. Such a wonderful moment J. Keseruan berlanjut ketika main games bareng mereka di mana crew memutar sebuah lagu bergantian dan kami harus melakukan gerakan dancenya. Mulai dari Mister-nya Kara, Sorry Sorry-nya Super Junior, Abracadabra-nya Brown Eyed Girls,  Ring Ding Dong-nya SHINee hingga Heartbeat-nya 2PM. And guess what? The winner is … UCAZ (you can follow his twitter @Look_Cazy :p)!!! Hal yang membanggakan ketika salah satu member NYE Boys jadi pemenangnya, ya seperti kalian tahu kelakuan Ucaz kaya gimana. Dan hal itu membuat NYE Boys diingat, khususnya oleh SISTAR!! YEAY !!!

                   Kegiatan terakhir di Starship adalah dengan pengumuman 10 besar yang lolos final. Satu demi satu nama negara beserta nama tim yang mewakilinya disebutkan, perasaan kami saat itu sama saat pengumuman lolos 36 besar di acara pencarian bakat di salah satu stasiun TV. Can you feel my, NO…our heartbeat ??? it’s beating so fast and faster. Hingga nama Indonesia disebutkan diurutan ke-7. Ekspresi bingung tampak jelas saat itu, bagaimana tidak, Indonesia diwakili oleh 2 tim. Dan akhirnya teriakan senang keluar dari setiap personil NYE Boys setelah gw bertanya tim Indonesia mana yang lolos. Perjuangan belum berakhir kawan ! Dan kami makan malam lalu melanjutkan perjalanan menuju Changwon. Perjalanan selama kurang lebih 5 jam akhirnya selesai dan kami beristirahat di kamar masing-masing di International Hotel, Changwon.

                   7 Desember 2011 THE DAY !!!

                   Jadwal kami selama di sana memang benar-benar ketat, tidur jam 02.00 A.M saja jam 07.00 A.M harus sudah siap untuk breakfast. Tapi satu hal yang sangat menyenangkan ketika kita bisa hidup disiplin (Y).

                   Hari itu dimulai dengan tour ke sebuah daerah di sekitar Changwon di mana terdapat sebuah museum yang berisi tentang cara-cara hidup masyarakat Korea pada jaman masih tradisional. Hanya satu jam kami diberi kesempatan mengeksplor tempat tersebut karena kami harus kembali ke hotel dan bersiap-siap ke Indoor Velodrome di mana acara Kpop World Festival 2011 berlangsung.

                   Tempat yang sangat luar biasa besar, tidak aneh di Korea banyak acara-acara konser idol dengan panggung yang megah. (By the way, kapan Indonesia bisa kaya gitu ya? LoL gak perlu dijawab). Kami dikumpulkan di satu ruangan yang seperti ruangan konferensi pers, dan dipersilahkan menunggu giliran gladi di panggung. Berhubung bosan, akhirnya teman kami dari tim Vietnam mengajak kami melihat panggung dan another WOW moment … panggung terbesar yang pernah NYE Boys perform di atasnya. Dengan semua lighting dan sound yang juga WOW.

                   Sekitar jam 03.00 P.M waktu setempat, semua peserta disuruh bersiap-siap, mulai dari mengganti kostum dan make up, dan untuk urusan make up, sebanyak 10 make up artist diturunkan untuk menangani semua peserta baik 10 besar maupun yang tidak lolos 10 besar karena mereka tetap harus tampil menjadi backdancer Secret untuk lagu Starlight Moonlight.

                   Kembali ke cerita yang gw alami sendiri yang benar-benar membuat pengalaman selama acara menjadi pengalaman yang benar-benar tidak terlupakan. Jadi, setelah memakai kostum dan make up, setiap peserta memiliki waktu gladi bersih sekaligus gladi acara Kpop World Festival 2011 itu sendiri. Setelah giliran NYE Boys, terdapat banyak waktu luang hingga acara di mulai nanti jam 07.10 P.M. oleh karena itu gw berinisiatif menonton peserta yang lain dan para pengisi acara yang sedang gladi. Diam di salah satu sudut jalan menuju panggung, hal pertama yang membuat gwterkejut adalah ketika bertemu Sungyeol yang merupakan salah satu member INFINITE, ya memang dia hanya berjalan melewati saya menuju panggung, namun memang sepertinya semua idol pengisi acara malam itu ramah. Gw dan Sungyeol sempat bertukar sapa. Sambil senyam senyum gw kembali ke ruang make up, dan tidak lama setelah gw sampai di ruang make up, MBLAQ ternyata baru saja kembali dari stage dan menuju ke artist room. “Gw harus standby di sana!” Gw berpikir seperti itu setelah menyimpulkan bahwa jalan tersebut memang satu-satunya akses bolak balik menuju panggung dan gw akhirnya standby di sana untuk beberapa saat.

                   Tepat sesuai dugaanku, MBLAQ kembali lewat situ untuk menuju panggung dan saat itu gw berkesempatan mengobrol bersama Thunder yang notabene-nya bias gw di MBLAQ. WOW !!! Ia sempat bertanya darimana gw berasal, nama tim hingga akhirnya ia berkata “Fighting!” untuk memberikanki semangat. Sayangnya pada saat itu yang kubawa adalah foto T.Ara, sehingga aku tidak sempat meminta tanda tangan atau kenag-kenangan lain. Tak lama setelah itu T.Ara selesai melakukan gladi bersihnya, dan sama seperti yang lainnya, mereka melalui jalan yang sama. Namun gw gak sempat bertukar sapa dengan mereka selain meminta tanda tangan 2 bias gw di T.Ara. JiYeon dan HyeoMin. Mereka tampak lelah dan buru-buru jadi gw gak sempet minta tanda tangan member yang lain.

                   Oh, I forgot about this one. Jadi setelah NYE Boys gladi bersih, gw dan Rasyadan ( it’s weird when I type “gw dan Dan” LoL) keluar panggung justru lewat pintu masuk panggung, salah boys !!! Cuma ketika turun panggung di sana sudah berkumpul member-member INFINITE yang sedang bersiap untuk gladi, dan berhubung Ms. Tang (pendamping kami) memegang kamera Lukas, akhirnya gw pinjam untuk mengabadikan gambar bersama dua personilnya, SungJong dan Hoya. Kapan lagi foto bareng idol :p hingga Rasyadan juga ikut-ikutan difoto kemudian Adit juga Lukas yang tak lama datang kemudian minta difoto juga.

                   Acara Kpop World Festival 2011 officially starting. Satu persatu peserta dan pengisi acara tampil sebaik mungkin. Hingga akhirnya nama NYE Boys dipanggil agar standby di backstage, sebelum giliran kami memang giliran SECRET dan 2 peserta lain, hal tersebut gw jadikan kesempatan buat meminta tanda tangan member SECRET di album terbaru mereka yang sengaja gw bawa. Mulai dari Zinger dan Jieun, gw sempat berbincang-bincang dengan Zinger ketika gw bertanya mengapa Hyeosung tidak hadir, dan ternyata Hyeosung masih sakit karena cedera beberapa waktu yang lalu. Bias gw di SECRET sebenarnya 우리 백지Han SunHwa, namun kesibukannya sebagai MC acara membuat gw tidak mendapatkan tanda tangannya namun sempat berbincang saat Ia berjalan menuju artist room.

                   IT’S SHOW TIME!!!  Perform di atas stage dengan lighting dan sound yang gak pernah kami bayangkan sebelumnya serta di depan ratusan (sampe ribuan gak ya? :p) Kpop Lover korea di negeri asalnya Halyu Wave. Gak ada pikiran lain selain berusaha semaksimal mungkin untuk menampilkan yang terbaik, NYE Boys dari NY Entertainment, sekumpulan mahasiswa biasa dari Bandung yang hanya menyalurkan hobi mereka bisa mewakili Indonesia dan semua Kpop Lover Indonesia. Just be and do the best. Kami membawakan dua lagu dengan konsep debut kami, alter ego. Diawali dengan Lucifer dari SHINee kemudian berganti image dengan membawakan So Cool dari SISTAR.

                   Perasaan bangga muncul sejak kami menginjakan kaki di atas panggung dan bersiap perform, dua lampu besar menyorot kami sehingga nyaris hanya lampu tersebut yang kami lihat di depan kami. Lagu pun diputar, hal membanggakan lainnya adalah ketika para penonton meneriakan fanchant SHINee. Memang bukan buat NYE Boys sih fanchantnya, tapi ada perasaan yang gak bisa kami gambarkan ketika kami mendapat respon yang positif dari Kpop Lover Korea. Alhamdulillah, Thanks God!

                   Waktu 5.45 menit berjalan begitu mengesankan, kami sudah menampilkan performance terbaik kami untuk mewakili semua doa orang yang membantu kami sampai sejauh ini dan semoga tidak mengecewakan. Terima kasih sekali lagi :’).

                   Rasa bangga meliputi kami saat itu, apalagi saat menerima komentar-komentar positif baik dari peserta, crew, bahkan idol (believe it or not). Ini festival, bukan lomba jadi kami benar-benar tidak mengharapkan apa-apa yang penting performance kami tadi tidak mengecewakan. Sambil menunggu akhir acara dimana semua peserta harus kembali naik ke atas stage, gw sempat meminta tanda tangan semua personil SISTAR. Bahkan manager mereka sempat membantu gw untuk mendapatkan tanda tangan mereka semua berhubung spidol dan gambar sudah Hyeorin pegang namun Ia masih mengobrol dengan member yang lain. Another great idol, baik banget men!!! Bhakan Hyeorin dan Dasom masih ingat kalau gw salah satu member NYE Boys, mereka juga memuji performance kami. Awesome.

                   Acara Kpop World Festival 2011 diakhiri dengan pemberian penghargaan pada setiap peserta di 10 besar dan alhamdulillah, NYE Boys mendapatkan “Honorable Mention” sebagai the best performance. Terima Kasih, Ya Allah. Terima Kasih. Dan setelah makan malam, kami semua kembali ke hotel untuk beristirahat dengan senyuman menghiasi wajah setiap orang pada malam itu.

                   8 Desember 2011

                   Setiap sudut lobi hotel dipenuhi oleh barang-barang setiap peserta maupun pendampingnya karena sehabis sarapan kami semua harus langsung menuju kembali ke Seoul. Acara kami hari itu jalan-jalan. Kami tiba di Seoul saat jam makan siang, atau sebenarnya sudah lewat jam makan siang sih karena jam menunjukan pukul 01.30 A.M. Menu makan kami selama disana benar-benar bervariasi, mulai dari bibimpap hingga bulgogi. Kadang kami juga mendapat menu Eropa. Setelah makan siang kami berjalan kaki menuju Gyeongbok Gung (Gyeongbok Palace), dari namanya saja kalian pasti sudah bisa menebak seperti apa bentuknya, sebelum sampai di Gyeongbok Gung, kami juga sempat berfoto-foto di Cheonggyecheon, sebuah sungai di tengah kota yang sengaja pemerintah Korea buat untuk aliran air ketika hujan.

                   Kami semua berpencar saat itu, namun masih tetap bersama tim yang satu bis dengan kami. Ada satu kejadian seru ketika di Gyeongbok Gung, ketika gw sedang membeli kopi di vending machine, gw dipanggil oleh teman kami dari Joa«Joa (tim Jepang) untuk berfoto bersama salah seorang crew. Dan setelah kami berdua berdiri bersampingan, serentak tiga orang member Joa«Joa menunjuk kami sebagai DBSK. Gw semakin bingung dan ketika gw bertanya mengapa. Salah seorang membernya menjelaskan kalau crew tersebut mirip Yunho DBSK sedangkan gw mirp Changminnya, makanya kami disuruh foto berdua. OK, gw tahu kalian bakal ngamuk karena gw pake disama-samain ama Changmin (tapi jujur gw juga gak ngerasa mirip sama sekali kok, tapi Changmin memang bias gw di DBSK 😀 peace) tapi kalau liat foto, kalian pasti setuju kalau crew yang disebalah gw memang mirp Yunho DBSK (Iya, gw sih gak mirip sama sekali ama Changmin, mana muka gw udah gak jelas juga betuknya K ). Dan karena kejadian itu kami semua semakin erat, baik hubungan antar peserta maupun dengan crew.

                   Setelah dari Gyeongbok Gung, kami mendapat kesempatan selama sejam untuk mengeliligi kawasan belanja yang terkenal di Seoul, MyeongDong. Hampir semua orang sibuk dengan kegiatan belanjanya masing-masing, hingga akhirnya kami berkumpul di bis masing-masing untuk menuju Insadong, makan malam.

                   Makan malam kali itu sangat lezat, mulai dari ikan bakar yang disajikan di meja hingga udang yang dibalut mozarella cheese. Yummy. Pukul 07.00 P.M kami semua berjalan kaki menuju Exclusive Hall in Nakwon Arcade untuk menonton drama musical. “Dance if You are in Love” yang disajikan oleh Sachoom benar-benar memukau. Tak hentinya kami berteriak dan bertepuk tangan mengagumi penampilan mereka. Suatu pementasan musical terbaik yang pernah gw lihat. Bercerita tentang kehidupan manusia sehari-hari mulai dari kecil hingga mereka menemukan cinta sejatinya, namun TANPA DIALOG. Mereka hanya menampilkan DANCE sebagai bahasa mereka. Coba bayangkan bagaimana keindahan tarian yang kami lihat ketika mereka menggambarkan proses pembuahan dan proses “kenakalan remaja” saat penasaran dengan hal-hal yang berbau pornografi. Dan sekali lagi gw tekankan kalau mereka hanya MENARI untuk menyampaikan semua cerita tersebut. Pengalaman yang sangat menakjubkan J. Beberapa quote mereka yang paling menjadi motivasi untuk gw pribadi antara lain “every single dream is priceless, so don’t stop dreaming!” dan juga “The only language that transcends time, space and nationality … Dance!”.

                   Berbeda dengan malam-malam sebelumnya di mana kami tinggal di hotel, malam terakhir di rangkaian acara Kpop World Festival 2011 ini, semua peserta tidur di Hanok, rumah tradisional Korea di daerah Bukchon. Namun ternyata semua peserta dipecah ke beberapa blok sehingga kami tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Suasana homey kami rasakan ketika berada di hanok, hangat dan juga nyaman. Kami semua beristirahat, tidur dengan lelap karena kelelahan oleh jadwal seharian ini.

                   9 Desember 2011

                   “Salju!!!” teriak Lukas. Pagi itu turun salju, gw dan yang lain melonjak dari kasur kemudian keluar. Setelah bermain dengan salju yang turun akhirnya nyawa kami semua terkumpul dan sadar bahwa udara di luar sangat dingin, kami buru-buru masuk kembali ke kamar dan nongkrong di depan pemanas (agak norak dan tampak bodoh ya, LoL).

                Pukul 11.00 A.M jadwal hari terakhir di mulai, hanya satu jadwal sih sebenarnya … individual departure. I always hate to say goodbye. Jam 11 kurang kami semua sudah berkumpul di depan bis masing-masing. Hanya ada satu bis yang selama ini mengantar kami kemana-mana, sisanya terpencar beberapa blok, itu mengapa tadi gw bilang kami tidak sempat mengucapkan selamat tinggal. Kami hanya sempat mengucapkan selamat tinggal pada teman kami dari Vietnam karena kebetulan tempat kami menginap tidak jauh dari mereka, juga tim dari Kazakhstan dan tidak lupa teman seperjuangan kami Chicha yang juga dari Indonesia. Beberapa tim sudah ada di dalam bis sehingga kami tidak sempat berpisah secara personal, bis itu mengantarkan mereka ke Incheon International Airport. Kami, NYE Boys, berhubung masih akan berpetualang sendiri di Seoul hingga tanggal 15 Desember 2011, kami tidak ikut dengan bis tersebut. Hingga akhirnya salah satu crew dari KBS World mengantarkan kami ke sebuah penginapan di daerah Hongdae. Setelah berpisah dengan crew tersebut maka acara Kpop World Festival 2001 di mana NYE Boys turut terlibat di dalamnya officially berakhir, namun petualangan kami di Korea baru saja dimulai. 감사합니다.